Pilihan
Sialang Panjang Bisa Jadi Desa Percontohan Pencegahan Covid-19
INDOVIZKA.COM- Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Inhil bisa dijadikan sebagai salah satu desa percontohan dalam upaya pencegahan Covid-19 melalui pembatasan dan pengawasan aktifitas masyarakat, baik pendatang maupun masyarakat tempatan.
Kegiatan ini berjalan atas kerjasama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa Sialang Panjang.
Setiap masyarakat yang masuk ke Desa Sialang Panjang wajib mematuhi peraturan yang berlaku di desa itu, terutama bagi masyarakat pendatang.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Semua warga yang datang akan mendapat perlakuan yang sama, mulai dari penyemprotan terhadap kendaraan, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, pendataan dan pengarahan dari tim kesehatan.
Setelah semua prosedur atau protokoler Covid-19 telah dilakukan, pengunjung ataupun pendatang baru dipersilahkan melanjutkan perjalanan.
Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal melalui Pasi Ops Kodim 0314/Inhil menjelaskan, aturan ini diterapkan bukan berarti masyarakat luar tidak boleh masuk ke Desa Sialang Panjang.
"Mereka dibolehkan masuk, namun harus melalui protap yang telah di terapkan," katanya.
Jika nanti ada orang luar ataupun masyarakat dalam yang diketahui suhu tubuhnya di atas rata-rata dan terindikasi Covid-19 maka tim kesehatan akan menyarankan untuk periksa kesehatan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan.
"Peraturan ini baru diterapkan di Desa Sialang Panjang sebagai percontohan untuk dikembangkan ke desa yang lainnya, " pungkas Pasi ops.
Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo melalui Bhabinkamtibmas Sialang Panjang, Bripka Rhido Wariska mengatakan simulasi dilakukan melalui warga pendatang diberhentikan di portal, kemudian petugas jaga portal mengarahkan warga pendatang tersebut untuk mencuci tangan dan di cek suhu tubuh.
"Setelah warga pendatang mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh, petugas jaga posko melakukan pendataan identitas warga pendatang tersebut," ujarnya.
Setelah pendataan dilaksanakan kemudian, Petugas Pustu memberikan arahan kepada yang bersangkutan antara lain larangan untuk tidak keluar selama 14 hari.
"Jika dalam 14 hari ada keluhan sakit agar segera memeriksakan diri ke puskesmas pembantu desa, sampai di rumah agar segera mandi, pakaian yang dipakai langsung di rendam menggunakan deterjen, tas yang dipakai juga agar segera dijemur," himbaunya.
.png)

Berita Lainnya
Sejumlah Rumah di Jalan Swadaya Pekanbaru Terendam Banjir
Pihak Ketiga Selalu Bermasalah, Ini Rekomendasi DPRD Soal Sampah Pekanbaru
Kolaborasi Rumah Yatim dan Tokopedia, Salurkan Bantuan Program Kado Akhir Tahun
Malam ini, Sejumlah Pejabat Pengawas Pemkab Inhil Dimutasi
Gerakan Pasar Murah Gubernur Abdul Wahid Diapresiasi Masyarakat
Tiga Anak Terjebak Banjir Luapan Sungai Petapahan Kuansing
Anggaran Rutin Bappeda Siak Membengkak di Zaman Yan Prana
Gubri Ajak Anak Pramuka Riau Jadi Pemersatu Bangsa di Tahun Politik
Jumlah ODP Virus Corona di Dumai Meningkat Jadi 68 Orang, PDP 4 Orang
PUPR Ingin Bangun Tugu Roda Terbang, DPRD Pekanbaru: Tak ada Manfaat!
Diselenggarakan Polres, Bupati Bengkalis Bacakan Empat Poin Deklarasi Damai
Hadiri Halal Bihalal IMKP Pekanbaru, Wabup Husni Tamrin ajak Pererat Silaturahmi Masyarakat Pelalawan