Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Aldiko Putra Dinilai Jalankan Tugas Sebagai Anggota Dewan. Larshen: Kenapa Tidak Ada Yang Bela?
PEKANBARU, INDOVIZKA - Kasus hukum yang menjerat Anggota DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Aldiko Putra S.IP, hingga di PAW terus menuai sorotan. Pasalnya, Aldiko yang dinilai tengah membela kepentingan masyarakat, justru dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh eks Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kuansing, Abriman.
Laporan tersebut bahkan telah masuk tahap P21 dan kini disidangkan di Pengadilan Negeri Telukkuantan.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus, angkat bicara terkait fenomena ini. Ia menyebut peristiwa hukum yang menimpa Aldiko sebagai sesuatu yang “aneh bin ajaib”. Menurutnya, tindakan Aldiko bukan kriminal, melainkan bagian dari tugas sebagai anggota Dewan.
“Seharusnya, ketika Aldiko dilaporkan, Badan Kehormatan dan bagian hukum DPRD Kuansing sigap memberi pembelaan. Ini bukan tindakan kriminal, tapi bentuk pembelaan terhadap rakyat. Internal partainya pun tidak menunjukkan sikap, padahal seharusnya memberi dukungan terlebih dahulu,” ujar Larshen Yunus, Ahad (4/5/2025) dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Mirisnya, tak ada upaya pembelaan atau pendampingan dari Badan Kehormatan DPRD Kuansing maupun bagian hukum lembaga legislatif tersebut. Aldiko, yang semestinya mendapatkan dukungan karena menjalankan fungsi pengawasan sebagai wakil rakyat, kini malah menjadi terdakwa.
Dalam keterangannya, aktivis lingkungan hidup dan kehutanan itu juga menyinggung keberadaan sosok yang ia sebut sebagai “cukong”, yang diduga kuat sebagai dalang dari kerusakan hutan di Riau. Larshen menyebut, cukong kerap menggunakan kedok koperasi rakyat dan perusahaan fiktif demi merampas ribuan hektare lahan negara.
“Cukong harus diseret ke Pengadilan. Negara ini jangan tunduk pada mafia tanah seperti dia. Kita berdaulat, dan tak boleh membiarkan kekayaan negara dikeruk hanya demi kepentingan pribadi dan segelintir elit,” tegas Larshen.
Ia juga menyebut salah satu contoh, yakni PT Merauke, yang menurutnya tidak memiliki legalitas perusahaan yang sehat. Perusahaan tersebut diduga hanya berbentuk perseorangan dan menggunakan koperasi sebagai kedok untuk menguasai lahan masyarakat.
“Cukong sudah terlalu lama menikmati hasil dari perambahan hutan. Kekayaan yang dirampas dari negeri ini kemudian dibawa ke luar negeri, sementara rakyat setempat hidup dalam kesengsaraan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Larshen juga menyesalkan sikap partai politik dan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Riau yang juga Ketua DPW PKB, karena tidak membela kader sendiri. Ia bahkan menduga adanya hubungan antara petinggi partai dan cukong.
“Sudah jatuh tertimpa tangga. Aldiko bukan hanya diseret ke pengadilan, tapi juga di-PAW oleh partainya sendiri. Apakah mereka punya hubungan dengan cukong itu? Mengapa para pejabat kita tidak punya rasa malu menjadi kaki tangan mafia perusak hutan?” ujar Larshen mempertanyakan.
Menutup pernyataan persnya, Larshen menyampaikan bahwa dirinya bersama para aktivis dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan siap menggelar aksi perlawanan terhadap Alianto.
“Mari kita bersatu, bongkar identitas asli dari cukong. Jangan biarkan negara kita kalah oleh tipu daya dan sandiwara seorang taipan yang merusak hutan dan menyulapnya jadi perkebunan sawit ilegal,” pungkas Larshen Yunus. (rls)
.png)

Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Dinilai Tak Komitmen Dalam Penyelesaian Sampah
Satpol PP Lakukan Penertiban Spanduk dan Baliho Kadaluwarsa, Rusak dan Dipasang Bukan Pada Tempatnya
Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan
Komisi III DPRD Pekanbaru Tetap Kawal Proses Belajar Tatap Muka
4.000 Personel Gabungan Siaga Amankan Kunker Jokowi di Riau Selama 2 Hari
Hingga Hari ini Tumpukan Sampah Masih Terjadi di Pekanbaru
Sat Resnarkoba Tangkap Komplotan Pengedar Narkoba
Bersempena Milad Inhil Ke-61 Rapat Paripurna di Gedung DPRD Inhil
Dorong UMKM Tumbuh, Abdul Wahid Dengarkan Aspirasi Forum Pedagang Wisata Kuliner
Didukung 16 OKP, Ryan Septrianto Terpilih Akmalasi Ketua DPK KNPI Bangkinang Kota
Dukung Vaksinasi Covid-19 di Pelalawan, Dewan: Masyarakat Jangan Ragu
Tinjau Kegiatan Padat Karya di Tembilahan, Kadisnakertrans Riau Lepas Bibit Ikan Nila