Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Asusila
Guru Les di Pelalawan Bejat! Dua Murid SD Jadi Korban Pencabulan, Kini Pelaku Sudah Ditahan Polisi
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Seorang guru les sekaligus pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Pelalawan, Riau, berinisial S (37), ditangkap polisi setelah terbukti melakukan tindakan cabul terhadap dua anak di bawah umur yang merupakan muridnya sendiri.
Pelaku diketahui bernama (S), warga Labuhan Batu, Sumatera Utara, yang tinggal sementara di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan untuk bekerja sebagai pengajar di Madrasah Ulul ‘Ilmi.
Kasus ini terungkap setelah seorang ibu bernama SA(40) melapor ke Polres Pelalawan pada 10 Oktober 2025, karena curiga anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh pelaku. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor LP/B/108/X/2025/SPKT/POLRES PELALAWAN/POLDA RIAU.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Fernandez, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Jalur 6 Tasik Indah, Desa Segati, Kecamatan Langgam.
“Dua korban dalam kasus ini adalah anak-anak berusia 11 tahun, yakni NAdan ES, yang keduanya merupakan murid pelaku,” ungkap Iptu Thomas, Sabtu (1/11/2025).
Dalam penyelidikan, diketahui pelaku memanfaatkan kedekatannya dengan korban. Untuk korban pertama, pelaku beralasan ingin memberikan kasih sayang karena korban kurang perhatian dari orang tua. Sementara korban kedua sering diajak menginap di rumah pelaku dan dibelikan baju serta sepatu bola.
“Pelaku berbuat cabul terhadap korban dengan cara memeluk, mencium, hingga menyentuh bagian tubuh korban. Pelaku mengakui semua perbuatannya saat diperiksa penyidik,” lanjutnya.
Motif pelaku diduga karena faktor asusila. Setelah gelar perkara pada 29 Oktober 2025, penyidik resmi menetapkan (S) sebagai tersangka dan langsung menangkapnya untuk proses hukum lebih lanjut.
Kini pelaku telah ditahan di Mapolres Pelalawan. Atas perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 6 huruf a dan d Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
“Ancaman hukuman bagi pelaku maksimal 15 tahun penjara,” tegas Iptu Thomas.
.png)

Berita Lainnya
Benda Mirip Bola Api Melintas di Pemukiman Warga Pekanbaru
PT Wahana Inti Sawit Salurkan Bantuan CSR untuk Masyarakat Desa Langgam
Membanggakan, Putra Terbaik Inhil Lulus Seleksi Paskibraka Nasional
Berkat Lobi Gubri Abdul Wahid, Pemerintah Pusat Akan Bangun Flyover Garuda Sakti
Kapolres Pelalawan Pastikan Personil Tetap Siaga di Pos PAM
Akhir Juni, Riau Targetkan Serapan APBD Capai 40 Persen
Kapolres Inhil Gelar Open House Natal 2019
Perubahan Data Penduduk Pekanbaru Masih Minim Pasca Pemekaran Daerah
Catur Sugeng Ditargetkan Raih 8 Kursi PKB di Kampar
172 Kecamatan di Riau Bakal Terima Bankeu Rp: 109 Juta
Prioritaskan Penanganan Covid-19, Pengesahan APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September
Satgas TMMD ke 111 Kodim 0314 Inhil Peduli Kesehatan Masyarakat