Pilihan
Dewan Sorot PAD Riau Cuma Dapat Recehan Dari Retribusi Kapal
PEKANBARU, INDOVIZKA.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Riau menyoroti belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kapal yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan khususnya di wilayah perairan seperti Dumai dan sekitarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Riau Makmun Solihin, menilai bahwa sektor retribusi kapal, khususnya yang berasal dari aktivitas pelabuhan dan transportasi perairan, belum dikelola secara maksimal. Padahal, dengan kondisi geografis Riau yang memiliki banyak jalur sungai dan pesisir, potensi penerimaan dari sektor ini dinilai cukup signifikan.
Meskipun menurutnya sudah ada aturan soal kewenangan daerah terhadap pendapatan 0 sampai 12 mil laut, faktanya masih banyak komponen yang justru masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pusat.
Menurutnya lagi, berdasarkan undang-undang, pendapatan dari wilayah 0 hingga 12 mil seharusnya menjadi kewenangan provinsi. Tapi, hingga saat ini, daerah belum bisa sepenuhnya menikmati retribusi dari berbagai aktivitas kepelabuhanan.
"Harapan kita, pendapatan 0 sampai 12 mil itu juga termasuk retribusi dan kewenangan dari sektor lain yang mengikutinya. Tapi ternyata ini masih menjadi PNPB pusat. Contohnya labuh kapal dan sebagainya masih dikuasai pusat. Kita belum bisa diberikan kemenangan retribusinya," ujar Makmun beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan kondisi ini diperlukan perjuangan ekstra supaya kewenangan 0 sampai 12 mil laut benar-benar mencakup keseluruhan pendapatan, termasuk retribusi tambat labuh, sandar kapal, hingga berbagai turunan lainnya. Ia menyebut jumlah kapal yang beroperasi di wilayah perairan Riau, khususnya di kawasan Luma (Lubuk Gaung, Dumai), mencapai ribuan.
"Dengan ribuan kapal itu, tentu ada potensi pendapatan lain seperti labuh kapal, sandar kapal, dan lain-lain. Turunannya banyak. Tapi yang diberikan ke daerah saat ini hanya pendapatan 0-12 mil untuk sekitar 2.000 orang, sementara untuk retribusi-retribusinya tidak. Ini yang belum diberikan," tegasnya. (Adv)
.png)

Berita Lainnya
DPRD Riau Minta Pengusaha Mal dan Gerai Oleh-oleh Jangan Persulit Produk UMKM
DPRD Riau Siapkan Formasi Kendaraan ODOL
Dewan Kritik Mahalnya Biaya Rapid Test Covid-19 Hingga Rp 500 Ribu
Pernah Hadir Urusan Krusial Soal Pendidikan, Komisi V DPRD Riau Sentil Plt Kadisdik Riau
Komisi 1 DPRD Inhil Prihatin dengan Kondisi Kantor Disdukpencapil
Hari Ini Hj Aida Muslimah Dilantik Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Ini Harapan Sekum PW KBB Riau
Pengamat Kebijakan Publik Sebut asyarakat Harus Tuntut DPRD Riau Atas Pembohongan Publik
DPRD Riau Desak Pemprov Cairkan Dana Transfer Daerah
Anggota DPRD Riau Minta BUMD Tanpa Kontribusi Ditutup
Gantikan Sulastri, Kartika Roni Resmi Dilantik Anggota DPRD Riau
Komisi IV DPRD Inhil Pertanyakan Lambatnya Ijazah Kelulusan Diterbitkan
APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat