Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Transformasi Digital Kesehatan Dorong Pemerataan Layanan hingga Pelosok Negeri
JAKARTA, INDOVIZKA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan utama dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan memperluas pemerataan layanan hingga ke berbagai pelosok Indonesia.
Penguatan sistem kesehatan berbasis digital dinilai penting untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.
Dalam pertemuan Asia eHealth Information Network di Jakarta, Menkes Budi menyebut pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa sistem kesehatan yang masih terfragmentasi dapat menghambat pelayanan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, Kementerian Kesehatan kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.
“Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” tegas Menkes Budi.
Transformasi digital tersebut dipandang mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan karena memungkinkan data dan layanan terintegrasi secara nasional. Dengan sistem yang saling terhubung, masyarakat di daerah terpencil diharapkan memperoleh akses pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas tanpa terkendala jarak geografis.
Secara teknis, Kementerian Kesehatan kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mulai diperluas untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, serta deteksi dini potensi wabah secara real-time.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan inklusi masyarakat.
“Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,” ujar Setiaji.
Transformasi digital kesehatan juga diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelayanan publik melalui pemanfaatan data dan teknologi yang lebih terintegrasi. Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan infrastruktur digital, pemerintah mendorong sistem kesehatan nasional yang adaptif terhadap tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. ***
.png)

Berita Lainnya
Bisakah PLN Tunda Tagihan Listrik Warga yang Tak Bisa Bayar?
5 Kerja Sama Pertahanan Usai Prabowo Bertemu Menteri Angkatan Bersenjata Prancis
Terlibat Kasus Narkoba, 3 Anggota Polres Inhil Dipecat
Cegah Varian Baru Corona, RI Perlu Tutup Penerbangan?
PP Bolehkan PNS Pria Poligami, Larang PNS Perempuan Jadi Istri ke- 2
Ini 9 Daerah yang Tetapkan Status PSBB Setelah Disetujui Menkes
Ratusan Pegawai BKN Diterjunkan
Airlangga: 7 Provinsi dan 73 Kabupaten/Kota Tindaklanjuti Instruksi Mendagri
Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2021 Digelar Sore Ini
Soal 198 Pesantren Terafiliasi Teroris, BNPT: Hanya 0,007 Persen Total Ponpes
Ngeri! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
Jokowi Kesal Uang Pemda Rp 182 Triliun Diparkir di Bank