Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Macan Tutul Dipukuli Sampai Mati, Gigi dan Kukunya Dicabut lalu Diarak Keliling Kampung
INDOVIZKA.COM - Macan tutul dilaporkan dipukuli sampai mati, gigi, dan kukunya dikeluarkan oleh penduduk setempat di India dan insiden tersebut telah menyebabkan kemarahan online.
Netizen meminta undang-undang pelecehan hewan yang lebih ketat di negara itu setelah sejumlah kasus muncul baru-baru ini.
Insiden itu terjadi di kota Guwahati di negara bagian Assam di India timur laut.
Dilaporkan bahwa macan tutul telah memasuki perumahan di pinggiran kota. Hewan itu lalu dikejar sekelompok pria dan dipukuli hingga mati, sebelum departemen kehutanan turun tangan.
Menurut laporan media India, enam orang telah ditangkap sehubungan dengan kasus ini. Polisi sedang mencari tersangka lainnya.
Satu video yang beredar online menunjukkan penduduk setempat melakukan prosesi setelah pembunuhan. Dia berpose dengan macan tutul mati di depan kamera, sambil mengangkat bangkainya.
Video itu dibagikan di Twitter oleh pengguna Mohammed Zubair, @ @ zoo_bear, pada 7 Juni. Dalam klip itu, beberapa pria berjalan sambil membawa bangkai bersama sekelompok orang. Termasuk anak-anak.
Baru-baru ini, sebuah insiden seekor anjing yang diduga diikat ke sebuah mobil di Delhi dan diseret di jalan memicu kemarahan online.
Sebelumnya, seekor gajah hamil meninggal setelah diberi makan nanas yang diisi petasan di Kerala.
Menyusul insiden tragis itu, para netizen meminta undang-undang yang lebih ketat melindungi hewan dan menghukum para pelaku kekerasan hewan di India.
.png)

Berita Lainnya
IRT Ditemukan Tewas Mengapung Setelah Terpeleset di Tepi Sungai Mesjid
Disperindag Pekanbaru Tegur 3 Pangkalan LPJ Karena Jual Gas di Atas HET
Speedboat Tujuan Concong Luar Tenggelam di Perairan Bantalan
Nikmati Libur Akhir Pekan dengan Keceriaan di Hotel Puri Sungai Guntung
Dua Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan Truk di Pelalawan, Begini Kronologinya
TKW di Hongkong Damprat Oknum Bea Cukai: Gamis Rp 200 Ribu Didenda Rp 9 Juta
PWI Pusat Bantah Pernyataan Hendry Ch. Bangun tentang Penunjukan Plt Ketua PWII Kepri
Truk Seruduk Rumah Warga di Kuansing
Tragis, Ibu Asal Aceh Meninggal di Halte Pekanbaru Setelah Dua Bulan Hidup di Jalan
Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Rumah di Pulau Kijang Reteh
Api Mengamuk di Sukajadi, Delapan Kontrakan Hangus Tak Tersisa
Lagi, Warga Desa Sialang Panjang Jadi Korban Keganasan Buaya