Pilihan
Jika Tidak Taat Protokol Kesehatan, Bisa Jadi PSBB Diberlakukan Kembali di Riau
PEKANBARU - Melihat angka kasus positif covid-19 di Riau yang semakin meningkat, jadi peringatan bagi semua pihak akan bahaya wabah ini bila tak sungguh-sungguh menjalankan protokol kesehatan.
Jikalau masyarakat Riau masih tidak bisa melakukan atau melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, bisa saja kebijakan new normal sekarang ini diganti lagi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Penanganan covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Jumat (19/6/2020) sore di Gedung Daerah.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Dengan penambahan kasus covid-19 Riau yang dalam dua hari ini cukup tinggi, ini mungkin saja awal atau permulaan dari gelombang kedua pandemi covid-19, dan ini belum selesai," ungkap Yovi.
Tidak ada satupun kata - kata, sambung Yovi, yang mengatakan atau kata yang menggambarkan Riau bagus dalam penanganan covid-19, seperti kata kesembuhan Riau bagus, dan kasus positifnya tidak tinggi atau apapun itu yang berlebihan tidak boleh sama sekali.
"Karena hal ini, merupakan suatu tanda dan signal bagi kita semua yang menegaskan masih ada masalah besar di sini," ujarnya.
Terlebih cluster bank ini, lokasinya sangat dekat dengan area pasar. Banyak orang yang bolak balik.
"Maka dari itu, dengan adanya momen ini kami mengimbau, terutama kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, untuk melakukan sesuatu hal yang lebih kuat dan tegas lagi terutama pada tempat - tempat keramaian," pintanya.
Karena kalau kita dilihat dalam beberapa minggu terakhir, kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan sangat rendah.
"Dan kalau ini dibiarkan atau tidak cepat ditangani, dikhawatirkan kasus ini akan berkembang dan tidak terkontrol," jelasnya lagi.
Katanya lagi, hingga saat ini, sudah ada kerjasama yang baik dari pihak Bank yang jadi dimaksud, seperti pelayanannya sudah dialihkan pada kantor cabang yang lain. Dan dari kemarin hingga hari ini, pihak bank tersebut pun sudah melakukan penyemprotan disinfektan.
.png)

Berita Lainnya
PWI Riau Kembali Gelar UKW Angkatan XXI Awal Februari
Pemprov Riau Borong 6 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2023
Dirgahayu ke-21, BPOM Inhil Edukasi Masyarakat dengan Obat dan Makanan
Tiang Reklame di Jalan Protokol Pekanbaru akan Dipotong, Tapi Tidak Sekaligus
Lapas Pasir Pengaraian Berikan Remisi Kepada 701 Warga Binaan Di Hari Kemerdekaan ke-79 RI
Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Pelalawan Gagalkan Peredaran Narkotika Sabu Masuk Pangkalan Kerinci
Chevron Sudah Bersihkan Tumpahan Minyak di Dumai
Panen 1 Ton Jagung di Batang Kulim, Polsek Pangkalan Kuras Kawal Program Swasembada Pangan 2026
Bentrok Berdarah di Rohul Dipicu Saling Klaim Lahan 350 Ha, 17 Saksi Diperiksa
Sambu Group, Sekwan dan YVB Sukseskan Kegiatan Kurban PWI Inhil
Eks Bupati Jefry Noer Belum Kembalikan Uang Miliaran Rupiah dari PT Wika
Polisi Periksa 11 Saksi Pungli Sekcam Binawidya