Gubri Lantik 145 Pejabat III dan IV Pemprov Riau

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar resmi melantik 145 pejabat eselon III dan IV, serta satu pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Utama Pemprov Riau

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar resmi melantik 145 pejabat eselon III dan IV, serta satu pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Utama Pemprov Riau, di Ballroom Dang Merdu Bank Riau, Selasa (28/7/2020).

Dalam arahannya, Gubri meminta pejabat yang baru dilantik untuk dapat bekerja maksimal sesuai fakta integritas yang telah dibacakan.

"Saat ini kita tidak bisa lengah dalam bekerja saat ini. Dimasa pandemi Covid-19, kita kerja tak bisa seperti biasa, harus bekerja maksimal, karena kita dihadapkan dengan masalah pandemi Covid-19," tegasnya.

Disamping itu, Gubri juga meminta pejabat untuk menggerakan belanja kegiatan di triwulan III 2020 dalam rangka menggerakan perekonomian untuk mensejahterakan masyarakat.

Kemudian, Gubri juga mengingatkan kepada seluruh ASN dimana pada saat ini peningkatan kasus positif Covid-19 di Riau terus meningkat. Bahkan untuk hari ini, ada penambahan sebanyak 27 kasus positif di Riau, termasuk salah satunya ASN yang berasal dari Kominfo, hasil swab massal yang dijalankan pada tanggal 21 Juli lalu.

"Penularan Covid hari ini sudah mencapai 400 orang lebih. Sekarang bertambah 27 orang, 100 orang lebih masih dirawat dan yang meninggal dunia 12 orang. Ini karena peningkatan hasil swab, dan hasilnya baik secara mandiri dan kelompok kelihatan warga yang terkonfirmasi positif, bahkan ada orang tanpa gejala (OTG)," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan, mesti 145 pejabat eselon III dan IV dilantik hari ini, masih ada jabatan eselon IV yang belum terisi.

"Jabatan eselon IV masih ada yang belum dilantik, dan pejabat eselon III kemungkinan ada pergeseran. Untuk pelantikan selanjutnya direncanakan awal Agustus," jelasnya.


Ditanya alasan kenapa tidak dilantik sekaligus, Ikhwan Ridwan menyatakan karena kondisi pandemi Covid-19, sehingga pelantikan tidak bisa terlalu banyak.


"Kalau sekaligus terlalu ramai, karena sebelum dilantik harus di rapid swab test, dan duduknya juga diatur jaraknya," tutupnya.

 






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar