Pilihan
Produk Pertanian dan Matahari Potensi Sumber EBT Inhil
INDOVIZKA.COM - Anggota DPR RI, Abdul Wahid mengungkapkan, produk pertanian dan matahari berpotensi menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Sebagaimana dikatakan Abdul Wahid, produk pertanian dimaksud adalah kelapa. Sementara, energi baru terbarukan yang bersumber dari matahari, ialah Solar Home System.
"Sampai hari ini, defisit energi terhadap APBN kita besar. Crude oil masih impor untuk memenuhi konsumsi (energi, red) dalam negeri. Ini mengharuskan kita beralih dari fosil ke EBT," tutur anggota Komisi VII DPR RI yang kerap disapa Wahid ini dalam coffee morning bersama sejumlah insan pers, Kamis (26/11/2020) di Tembilahan.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Kelapa sebagai primadona di Kabupaten Inhil, dinilai mampu menjadi bahan utama energi baru terbarukan untuk menggantikan bahan bakar Avtur. Namun, saat ini terdapat sejumlah hal yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan kelapa sebagai konsumsi pesawat, yakni harga pengolahan kelapa yang masih tinggi dan teknologi yang masih belum mumpuni.
"Harga pengolahan kelapa yang tinggi membuat bahan bakar dari kelapa ini tidak ekonomis. Di sisi lain, teknologi untuk konversi kelapa menjadi bahan bakar juga kita belum sampai ke sana. Meski demikian, kita akan terus dorong," tutur Wahid.
Sementara, menyoal tentang Solar Home System, energi baru terbarukan yang berasal dari matahari, diungkapkan Wahid juga merupakan salah satu sumber potensial untuk dimanfaatkan.
Solar Home System merupakan sebuah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang mengubah energi panas matahari menjadi arus listrik untuk digunakan pada rumah-rumah, gedung perkantoran dan pabrik.
"Skala umum, panas matahari bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi, khususnya listrik. Ini salah satu sumber EBT yang tersedia di Kabupaten Inhil," pungkas Wahid.
Pada tahap awal, Solar Home System rencananya akan diterapkan di seluruh kantor pemerintahan guna menunjang kebutuhn energi listrik.
Untuk penerapan Solar Home System diungkapkan Wahid, Komisi VII DPR RI saat ini tengah menggodok Undang-undang (UU) tentang Energi Baru Terbarukan. Fungsi regulasi itu, dikatakan Wahid, adalah agar tercipta kemudahan dalam penggunaan Solar Home System.
"Semua kantor pemerintah akan dibangun panel room, lithium baterai dari nikel. Panel-panel itu sampai sekarang masih dibebani pajak. Maka, dengan adanya UU EBT, panel ini nantinya tidak lagi dibebani pajak. Setidaknya, pada siang hari kantor-kantor tidak lagi listrik berbahan bakar fosil," papar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
.png)

Berita Lainnya
Ketua Komisi II DPRD Kampar Soroti Program JKN KIS dan Insentif Nakes Daerah Terpencil
DPRD Riau Akan Bentuk Pansus Pemekadan Kabupaten/Kota
Kaderismanto: APBD Riau 2026 Sudah Diverifikasi Kemendagri, Tinggal Jalankan Saja
Inhil Rencanakan Pilkades Sistem E - Voting
Dewan Desak Pemerintah Selasaikan BMN Pekanbaru - Dumai
Buronan KPU Harun Masiku Diduga Lintasi Negara Jalur Tak Resmi
H Dani Minta Pemprov Riau Gesa Pembangunan Jalan di Inhil
Sah, DPRD Riau Minta Pemprov Eksekusi Perda Pondok Pesantren
H Dani M Nursalam Laksanakan Reses dengan Protokol Kesehatan Covid-19
DPRD Optimistis APBD Tembus Dua Digit Tahun 2027
Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah Usulkan Penambahan UPT dan UP
DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Pekanbaru Segera Pulihkan Pelayanan di MPP