Pilihan
Dilema BBM di Kuansing, SPBU Sering Langka, Pengecer Harga Tinggi
KUANSING - Selain sulit mendapatkan bensin di SPBU yang ada di Kuansing, konsumen juga dihadapkan dengan harga yang tinggi ditingkat pengecer.
Kondisi ini salah satunya akibat lemahnya pengawasan dan penindakan pemerintah dan instansi terkait dengan kondisi jual beli bensin di SPBU dan harga dilapangan.
Sebab penjualan bensin di SPBU biasanya malam hari dan konsumen kenderaan pun harus berebut dengan para pedagang jerigen sehingga membuat situasi yang tidak nyaman bagi pengendara. Karena harus antri dan disisi motor sudah penuh orang dan jerigen.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Begitu juga pada pagi harinya, kadang bensin yang dijual sisa penjualan malam hari juga harus berebut dengan pedagang jerigen dan antri.
Namun tidak nampak tindakan dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengantisipasinya. Sehingga pengendara kadang hanya terpaksa urut dada karena kesal.
Bukan rahasia umum dan kerap dirasakan pengendara saat tiba di SPBU hanya melihat tulisan dan pengumuman "Maaf Bensin/Premium Habis".
Jika membeli dipedagang eceran harganya juga tidak murah. Rata-rata antara sembilan ribu hingga sepuluh ribu perliter.
" Disini rata-rata harga bensin sembilan ribu sekitar harga ini berat juga untuk ukuran kantong saat ini," kata Andi warga Kopah, Senin (7/12/2020).
Lain halnya Anto saat membeli di sekitaran Gunung Toar ada yang harganya mencapai sepuluh ribu per liter.
" Ada yang sepuluh ribu seliter. Berat juga harga sepuluh ribu saat kondisi ekonomi jatuh sekarang. Apa tidak ada upaya pemerintah mengatasinya. Itu supaya SPBU tetap menyisakan bensin pada siang hari untuk pengendara, karena BBM kebutuhan mutlak bagi warga,"katanya. (KTC)
.png)

Berita Lainnya
16 Jabatan Pemprov Riau Kosong, Pengamat: Bisa Ganggu Roda Pemerintahan
Diduga Travel Umrah Tak Berizin Marak di Inhil
Webinar Kominfo di Rokan Hilir, Bahas Tips dan Trik Membuat Konten yang Menarik
Kasat Lantas Polres Pelalawan Tinjau Jalan Rusak dan Rencanakan Pemasangan Rambu Peringatan di Jalur Rawan Banjir Km 80–83
Refocusing Anggaran, TPP di Pemko Pekanbaru Tetap Dibayarkan
Besok IKA FT UIR Dilantik, Langsung Gelar Diskusi Atasi Banjir Pekanbaru
28 Sapi di Siak dan Inhil Positif Terpapar PMK
6 Pelamar Jabatan Sekdaprov Riau Jalani Tes Manajerial
DPRD Nilai Pemko Pekanbaru Tidak Serius Mengatasi Banjir
Pelaku Karhutla di Teluk Meranti Dibekuk, Polres Pelalawan Amankan Lansia 73 Tahun
Gubri-LAM Fasilitasi 'Perdamaian' Bupati dan Wabup Rohil, Sulaiman Tak Datang
Demi Berdirinya RSUD di Pulau Rupat, Warga Hibahkan Tanah Pribadi 2 Hektare