Pilihan
Harga Sembako Mulai Naik, Ini Kata Ayat Cahyadi
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kota Pekanbaru mulai melambung tinggi.
Saat ini harga satu papan telur ayam ras di Pasar Kodim, Pekanbaru, mencapai Rp 60 ribu persatu papan. Padahal harga telur ayam ras sebelumnya ada di kisaran Rp 40 ribu per papan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi memerintahkan agar dinas-dinas terkait menerapkan berbagai strategi untuk dapat mengendalikan harga sembako.
"Harus ada kegiatan untuk mengendalikan harga, di Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) sebenarnya sudah ada kegiatan pasar di kantornya. Mungkin nanti volume akan ditingkatkan untuk mengendalikan harga," ujar Wakil Walikota Ayat Cahyadi, Rabu (16/12/2020).
Kemudian orang nomor 2 di Pekanbaru ini juga menjelaskan perusahaan daerah milik Pemko Pekanbaru yakni PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) melalui anak perusahaannya yaitu PT Sarana Pembangunan Madani (SPM) juga ikut menjaga kestabilan harga sembako dengan cara menanam cabai.
Ayat juga mengakui bahwa saat ini selain harga telur, harga cabai merah juga tengah melambung tinggi. Dari itu nanti Pemko Pekanbaru juga akan menggandeng Bulog untuk melakukan operasi pasar.
"Namun nanti jika operasi pasar harus tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Puncak Resah Wartawan Kala Paspampres Larang Wawancara Bobby, Menantu Jokowi
Virtual Police Resmi Beroperasi, Medsos Kini Dipantau Polisi
Sejak Awal 2021 Indonesia Diterjang 197 Bencana, Sebabkan 184 Orang Meninggal
Hari Ini, Bandara SSK II Pekanbaru Tutup Penerbangan Penumpang Hingga 1 Juni
THR PNS Cair Pekan Depan
Bank Syariah Indonesia Komit jadi Bank Inklusif, Modern dan Universal
Airlangga: Perpanjangan PPKM untuk Kemaslahatan Masyarakat
Kapal Berbendera Malaysia Selamatkan Tiga Nelayan Aceh
Hati-hati! Bisa Jadi CPNS Tanpa Tes Hoaks
Airlangga Hartarto Sebut Industri Kelapa Sawit Serap 16 Juta Tenaga Kerja
Jokowi Izinkan Pemda Utang ke Pusat Tangani Covid-19
Bukan Untuk Ujaran Kebencian, DPR Siap Revisi UU ITE