Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
4 Laskar FPI Ternyata Tewas Ditembak di Dalam Mobil Polisi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Hasil rekonstruksi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata 4 dari 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) dinyatakan tewas ditembak di dalam mobil Polisi. Sementara 2 orang laskar lainnya tewas ditembak saat terjadinya bentrokan.
Bentrokan antara polisi dengan laskar FPI terjadi pada Senin 7 Desember 2020, sekitar pukul 00.30 di Rest Area Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian menjelaskan, 4 orang laskar itu tewas ditembak di dalam mobil polisi. Karena saat dibawa dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya. Keempat orang laskar FPI itu melakukan perlawanan dengan berusaha merebut senjata Polisi.
"Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur tersebut karena mereka berusaha merebut senjata Polisi, saat dibawa dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya. Saya coba jelaskan bahwa TKP 4 ini adalah lanjutan apa yang terjadi di TKP 3 (rest area km 50). Adegan di TKP 3 itu, empat pelaku yang masih hidup diamankan ke dalam mobil dengan tujuan dibawa penyidik ke Polda Metro Jaya," kata Andi Rian dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (14/12/2020).
Andi Rian juga menyatakan, 4 orang laskar FPI itu tidak diborgol. Posisi duduk mereka yaitu, 3 orang laskar berada di kursi belakang mobil, dan 1 orang laskar berada di tengah.
"Mengapa mereka bisa melakukan upayah merampas senjata Polisi, karena ke-empat orang laskar itu tidak diborgol. Sehingga keempat pelaku dalam mobil mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada. Setelah kejadian dalam kondisi luka, langsung itu dibawa ke RS Kramat Jati, Polri," kata Andi,
.png)

Berita Lainnya
Mulai Berlaku 12 April 2021, Ini Tahapan dan Cara Bikin SIM Online
Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja di 2022, Anggaran Disiapkan Rp 11 T
Ini Logo dan Makna Maskot HPN 2022 di Sulawesi Tenggara
Sudah 30 Ribu Pasangan Daftar Pernikahan Secara Online
Pemda Dinilai Terlalu Hati-Hati Belanjakan Anggaran
DPR Minta Pemerintah Tegas Soal Prokes Saat Libur Nataru
Pemerintah Dinilai Perlu Mengatur Toleransi di Bulan Suci Ramadan
Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Revisi UU ASN Justru Mempersempit Peluang Honorer K2?
SJ182 Hilang, Warga Pulau Seribu Dengar Dua Kali Ledakan
Ciderai Demokrasi, Tokoh Lintas Profesi Kecam Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintah Sah
Tak Ada Alasan Logis Diterbitkan, PWPM Riau Desak Cabut Perpres Legalisasi Miras