Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mungkinkah Golkar Riau Musdalub Pasca Kalah Pilkada 2020? Ini Kata Pengamat
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Pasca-kekalahan yang ditanggung Partai Golkar pada 9 pilkada di Provinsi Riau 9 Desember 2020 lalu beredar kabar ada pihak-pihak yang menginginkan dilakukan evaluasi besar-besaran. Bahkan ada pula kabar akan dilakukan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) DPD I Partai Golkar Provinsi Riau.
Hal ini mengingat dari 9 daerah yang menggelar Pilkada Golkar hanya menang di dua kabupaten saja yakni Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu. Untuk hasil Pilkada Indragiri Hulu sendiri, saat ini masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi.
Terkait berhembusnya kabar wacana Musdalub, Pengamat Politik dari Universitas Riau, Tito Handoko memiliki pandangan sendiri. Tito mengatakan meski mengalami kekalahan di pilkada 2020 tidak serta merta akan membuat Golkar Riau akan melakukan Musdalub mencari pengganti Syamsuar.
Menurut Tito ada beberapa alasan Musdalub tersebut tidak akan terjadi seperti isu-isu yang mulai berhembus belakangan ini. Antara lain karena Musdalub bukan merupakan tradisi di Golkar.
"Kecuali terjadi dualisme (kepengurusan). Kalau menurut saya, merujuk dari hasil yang didapat pada pilkada 2020, evaluasi pasti dilakukan, tapi kalau mengarah ke Musdalub itu akan jauh karena di Golkar itu bukan sebuah tradisi," kata Tito Handoko kepada INDOVIZKA.com, Ahad (17/1/2021).
Dari beberapa kajian yang telah dilakukan, dan dari survey Golkar pasca Orde Baru, itu tidak ada yang mengarah ke Musdalub. Pergantian kepemimpinan berlangsung secara demokrasi.
"Memang ketika terjadi dualisme memang terjadi seperti itu, tapi Golkar biasanya bisa kembali bertransformasi menjadi partai yang solid. Kalau evaluasi iya, kalau mengarah ke Musdalub sepertinya tidak," cakapnya.
Tito mengatakan yang mesti dilakukan oleh Partai Golkar Riau saat ini adalah penguatan konsolidasi, dan menguatkan kembali kesatuan dan kesolidan DPD-DPD II di Riau.
"Evaluasi harus dilakukan. Baik secara internal maupun menyeluruh seperti yang disinggung mantan fungsionaris Golkar Riau, Masnur. Menang Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada sewaktu zaman Rusli Zainal atau Annas Maamun menjadi ketua Golkar, pada saat itu semua jajaran Golkar terkonsolidasi dengan sangat baik. Maka dari itu, saat ini evaluasi sangat diperlukan di tubuh Golkar," tukasnya.
Sebelumnya, diberitakan INDOVIZKA.com, Pasca Pilkada serentak tersebut, isu evaluasi besar-besaran pun berhembus di tubuh Golkar Riau yang diketuai gubernur Riau, Syamsuar. Bahkan, beberapa isu beredar hasil buruk tersebut bakal berimbas pada dilakukammya Musdalub. Benarkah?
Dimintai pendapatnya terkait hal tersebut, kader senior Golkar Riau, Masnur mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini tidak ada mendengar isu Musdalub tersebut diinternal partai.
"Sejauh ini saya belum ada mendengar isu Musdalub tersebut. Memang dari kawan-kawan banyak yang kecewa. Yang terpenting adalah bagaimana perbaikan Golkar ke depan. Bagaimana pak Syamsuar sebagai ketua DPD I sudah bisa melakukan langkah-langkah evaluasi, penguatan konsolidasi, dan rekonsiliasi," kata Masnur kepada INDOVIZKA.com, Sabtu (16/1/2021).***
.png)

Berita Lainnya
Ade: Kalau Memang Suharmi Merasa Dipecat, PKB akan Keluarkan Surat Pemecatannya
Dihadapan Ribuan Warga Kuansing, Abdul Wahid Minta Restu Maju Pilgubri
Fuad Santoso Tolak Musda Versi Tiga Ketum KNPI di Pelalawan
PAN Ancang-ancang Alfedri Jadi Pesaing Syamsuar di Pilgubri 2024
Peringati Harlah PKB ke-22, Abdul Wahid Bertekad Jadikan PKB Partai Pembela Masyarakat
FITRA: Anggaran Parpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
Dilantik Sebagai Anggota DPRD Riau, Misliadi Mohon Doa Agar Istikamah Melayani Rakyat
Jokowi Sebut Presiden Erdogan Berencana Kunjungi Indonesia Awal 2022
Tegas, Partai Demokrat akan Pecat Kadernya yang Terbukti Berkhianat
Alfedri Umumkan 44 Nama Pengurus DPW PAN Riau
Kader di Riau Minta Gejolak di Internal PPP Tak Diumbar ke Publik
Aldiko Putra Ajukan Permohonan Penundaan PAW DPRD Kuansing