Pilihan
Jokowi Sudah Minta Menkumham Siapkan Revisi UU ITE
(INDOVIZKA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk menyiapkan revisi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Yang dilakukan adalah mendapat masukan dulu dengan praktisi hukum dan media. Sehingga saat revisi sudah memenuhi keinginan yang dibutuhkan," kata Jokowi saat bertemu Pemimpin Redaksi Media Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/2)
Rencana soal revisi UU yang disahkan pertama kali pada 21 April 2008 itu sebelumnya juga telah diungkap oleh Jokowi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Mabes Polri, Jakarta pada Senin (15/2).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan jika UU ITE tidak bisa memberikan keadilan, ia akan meminta kepada DPR untuk bersama-sama melakukan revisi.
"Kalau Undang-undang ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan, ya saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang ini. Undang-Undang ITE ini," kata Jokowi.
Jokowi memahami semangat dari pembentukan UU ITE beberapa tahun silam demi menjaga ruang digital di Indonesia. Namun, kata dia, kini ia tak ingin justru malah penerapan aturan tersebut justru menimbulkan rasa tak adil.
Rencana revisi itu lalu disetujui hampir seluruh parpol di Senayan. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan, publik sudah jenuh dengan aksi saling lapor menggunakan UU ITE.
Azis berkata, UU ITE seharusnya lebih mempertimbangkan prinsip keadilan, sehingga tidak lagi mengandung pasal karet yang mudah ditafsirkan dan saling melaporkan.
.png)

Berita Lainnya
Sempat Viral, Lubang Raksasa di Maros Bakal Jadi Lokasi Wisata
Seleksi P3K Bagi Guru Honorer Sekolah Negeri Dimulai Agustus
Semangat Reformasi Tetap Kuat di Era Prabowo, Publik Diajak Jaga Persatuan
Mantan Panglima OPM Desak Gubernur dan Pejabat di Papua Mundur
Seorang Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia karena Covid-19
Gelar TJSL FEST, PLN Dorong 269 UMK Go Digital
Eks Pegawai KPK Masuk, Kapolri Segera Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi
Sebagian Besar Kontingen Porwanas Boikot Opening Ceremony
Ubedilah Badrun, Pelapor Gibran-Kaesang Pernah Tolak Doktor HC
Keluarga Anggota DPR Ikut Jadi Penerima Vaksin Gratis
Pemerintah Jamin Sinovac Aman Meski Belum Disertifikasi WHO
Dinobatkan Jadi Koruptor Termuda, Warganet Gempur Instagram Nur Afifah Balqis