Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Seorang Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia karena Covid-19
JAKARTA (INDOVIZKA) - Seorang tenaga kesehatan di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Cianjur karena positif COVID-19, sedangkan puluhan nakes lainnya masih menjalani isolasi mandiri dengan kondisi terus membaik.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, DR Yusman Faisal di Cianjur Selasa, mengatakan nakes yang meninggal setelah dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes cepat dan usap PCR.
"Nakes yang bertugas di RSUD Cianjur itu, meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena memiliki riwayat penyakit penyerta. Ini merupakan nakes pertama yang meninggal karena COVID-19, setelah beberapa bulan tidak ada kasus," katanya.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Ia menjelaskan, selama dua bulan terakhir terdapat 57 orang tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19, sebanyak 27 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 30 orang lainnya masih menjalani isolasi mandiri dan terpusat di Vila Bumi Ciherang dengan kondisi terus membaik.
Sebagian besar yang terpapar sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga, sehingga tidak terlalu parah ketika terserang. Bahkan mereka diminta untuk melakukan vaksinasi dosis keempat, guna meningkatkan kekebalan tubuh dari virus berbahaya karena banyak bertemu orang dan pasien.
"Kami meminta pihak manajemen rumah sakit atau puskesmas dapat melakukan pengaturan sif yang baik, sehingga dapat meminimalisir kelelahan bagi nakes, sehingga mereka dapat menjaga imun tubuh dan tidak mudah terserang virus berbahaya," katanya.
Meski banyak nakes yang terpapar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, kata dia, tidak menghambat pelayanan kesehatan bagi warga, terutama bagi mereka yang hendak mendapatkan vaksinasi. Rumah sakit dan puskesmas masih tetap memberikan pelayanan namun dengan prokes ketat.
"Kita imbau nakes untuk menggunakan alat pelindung diri saat bertugas dan tetap menjaga prokes ketika pulang ke rumah, agar terhindar dari virus berbahaya termasuk varian Omicron," katanya.*
.png)

Berita Lainnya
Pegadaian Jadi Pelopor Industri Keuangan 4.0
Hampir Setiap Tahun Negara Modali PLN
Penjelasan Kejagung Tuntut Mati Terdakwa Asabri Heru Hidayat
Demo Hari Ini, Buruh Ancam Mogok Kerja Massal
Kisah Ibu dan Empat Anak yang Terpisah saat Erupsi Gunung Semeru
PWI: Covid-19 Juga Berdampak Bagi Jurnalisme
Hore! PNS Dapat Kenaikan Tunjangan, Besarnya Sampai Rp 1,7 Juta
Dukung Vaksinasi Covid-19, Abdul Wahid: Ini Harapan Baik
H Abdul Wahid Minta Kementerian Agraria Data dan Selesaikan Persoalan Status Tanah Ulayat di Kampar
Penerimaan CPNS Tidak Ada Selama 2 Tahun
LPSK Anggap Pelapor Kasus Korupsi Dijadikan Tersangka Preseden Buruk
Dirut PLN Sebut Tarif Listrik Naik Bisa Sehatkan Perusahaan