Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kembali Pimpin Partai Berkarya, Tommy Soeharto Ajak Seluruh Kader Rekonsiliasi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Selasa 16 Februari 2021, resmi mengabulkan gugatan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, serta memutuskan pucuk pimpinan Ketua Umum Partai Beringin Karya (Berkarya) kembali kepada Tommy Soeharto.
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya kubu Tommy Soeharto, Priyo Budi Santoso, akhirnya angkat bicara kepada media dan menyampaikan pesan ajakan dari Tommy Soeharto. Dia mengajak seluruh kader Partai Berkarya, untuk bersama-sama rekonsiliasi dengan Partai Berkarya kubu Muchdi Purwopranjono atau Muchdi Pr.
"Kepada seluruh keluarga besar Partai Berkarya, Ketua Umum kita, mas Tommy Soeharto berpesan ini saatnya bahu membahu, kita akan lakukan rekonsiliasi bersama-sama," kata Priyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Dengan demikian, diharapkannya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dapat melihat amar putusan tersebut secara komprehensif dalam kerangka penegakan hukum dan rasa keadilan.
Dualisme kepengurusan Partai Berkarya bermula ketika sejumlah kader menilai kepemimpinan Tommy Soeharto kala menjabat sebagai ketua umum tidak berjalan dengan baik.
Maka dari itu, pada Maret 2020, sejumlah kader Partai Berkarya membentuk Presidium Penyelamat Partai untuk meminta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dipercepat.
Meski sejumlah pengurus partai kemudian diberhentikan, Presidium Penyelamat Partai tetap menggelar Munaslub pada Juli 2020.
Dari Munaslub itu, Muchdi Purwopranjono terpilih sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekretaris Jenderal.
Hasil Munaslub kubu Muchdi pun diserahkan ke Kemenkumham dan disahkan lewat SK yang diterbitkan kementerian tersebut.
Hal itu membuat kubu Tommy tersingkir dan berujung pada gugatan ke PTUN Jakarta.
Selanjutnya pada Selasa 16 Februari 2021, PTUN Jakarta mengabulkan gugatan Tommy terhadap Menteri Hukum dan HAM RI terkait keputusan yang mengesahkan kepengurusan DPP Partai Berkarya pimpinan Muchdi Pr.
Dengan dikabulkannya gugatan Tommy, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor M. HH-16.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Beringin Karya (Berkarya) tanggal 30 Juli 2020 dinyatakan batal oleh majelis hakim.
Selain itu, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M. HH-17.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (Berkarya) Periode 2020-2025 tanggal 30 Juli 2020 juga dinyatakan batal.
.png)

Berita Lainnya
DPP Golkar Kawal Kemenangan Afni-Syamsurizal di Siak. Inilah Penegasan Ketum Golkar
Caleg Golkar Muridi Susandi Optimis Raih Kursi Pada Pileg 2024
Cak Imin Tak Ada Dalam Usulan Cawapres, DPW PKS Riau Tunggu Hasil Musyawarah Majelis Syuro
Jelang Pilkada Kepulauan Meranti 2020, HM Adil Sudah Dapatkan Rekomendasi PKB
Resmi Dibuka, Dua Balon Bupati Kampar Daftar di PKB Hari Ini
Event Politik Serentak 2024, Nasdem Riau Sebut Bisa Bernafas Panjang
Mungkinkah Golkar Riau Musdalub Pasca Kalah Pilkada 2020? Ini Kata Pengamat
Jadwal Dimajukan, Lusa DPW PAN Riau Gelar Muswil
Relawan Jokowi Duga Moeldoko Terjebak Siasat SBY Besarkan AHY
Gelar Rapat Pleno, DPC PKB Inhil Dukung Cak Imin Kembali Jadi Ketum
Revisi UU Pemilu Dianggap Mengganggu Stabilitas Demokrasi
Putra Riau Ini Maju Calon Ketum PB HMI, Berikut Profilnya