Pilihan
Kejati dan Jajaran Komitmen Beri Pelayanan Tanpa Korupsi
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Selasa (16/3/2021). Kegiatan tersebut digelar di Aula HM Prasetio, Gedung Setya Abdi Wicaksana Kejati Riau.
Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Riau H Syamsuar, Ketua DPRD Riau, Danlanud Roesmin Noerjadin, Danrem 031 Wira Bima, Danlanal, Kepala BPN, Kakanwil Kemenkumham, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Agama, BIN Daerah Riau dan lainnya.
Pencanangan Zona Integritas diawali dengan penandatangan pakta integritas diwakili Wakajati Riau, Danu Tridasono. Selanjutnya secara bergantian dilakukan penandatanganan komitmen bersama dan pernyataan dukungan dari Gubernur Riau, dan seluruh Forkompimda Riau.
Kepala Kejati Riau, Jaja Subagja, mengatakan, reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal mendukung program pemerintah guna mewujudkan good dan clean governance serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Tingkat kepercayaan terus menurun terhadap institusi pemerintah. Untuk itu dengan pelayanan prima tanpa korupsi menjadi tujuan utama dalam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Perubahan mendasar adalah mindset dan cultureset," jelas Jaja.
Jaja menyebutkan, substansi dalam pembangunan zona integritas adalah membangun SDM dengan sistem kerja yang harus dirancang untuk mengarahkan pegawai agar melayani publik yang anti korupsi. Tentunya hal itu dilakukan dengan menerapkan 6 area perubahan, yakni manajemen perubahan, tata laksana, penataan manajerial SDM, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas publik.
Jaja menyatakan, Kejati Riau dan jajaran berkomitmen penuh untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan. "Itu adalah tujuan utama kita agar tidak ada lagi korupsi sekecil apapun. Ingat, bahwa kita telah berdeklarasi dan itu merupakan janji kita bersama," tegas Jaja.
Sementara itu, Gubernur Riau, H Syamsuar mengatakan, pencanangan Zona Integritas bukan hanya tentang korupsi saja tapi juga tentang pelayanan publik. Ia menyatakan, Pemprov Riau mendukung Kejati dan jajaran untuk memberikan pelayanan birokrasi bersih.
"Kami Pemerintah Provinsi Riau mendukung seluruh jajaran Kejati Riau yang bersungguh-sungguh dalam bekerja sama untuk mewujudkan perubahan sekaligus pelayanan birokrasi terutamanya di lingkungan Provinsi Riau," tutur Syamsuar.
Syamsuar menyebutkan, dengan adanya pembangunan zona integritas dan layanan bebas dari korupsi menuju WBK/WBBM di Kejati Riau diharapkan dapat menjadi contoh bagi jajaran Pemerintah Provinsi Riau untuk bersama-sama membangun zona integritas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan melakukan penataan pembangunan zona integritas merupakan langkah awal dalam menyukseskan reformasi birokrasi terhadap sistem terbaik, efektif, efisien dalam pelayanan prima," ucapnya.
Gubri mengatakan pencanangan ini salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi serta aparatur pemerintah, yang dinilai dari seberapa besar perubahan mendasar yang dilakukan secara bertahap dan diharapkan mampu membentuk karakter.
.png)

Berita Lainnya
Besok KPK Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah di Riau
Munarman Protes Keras Minta Hentikan Kezaliman di Tengah Sidang Habib Rizieq Shihab
Polisi Kembali Amankan 15 Kg Sabu dari Tersangka Jaringan Internasional di Bengkalis
Duel Dengan Polisi, Pembawa Sabu 900 Gram Diringkus Polisi
Mau Cari Ikan, Pemancing Ini Malah Temukan Mayat
Polres Pelalawan Ringkus Begal Sadis Bermodus Pura-pura Minta Bantuan
Pura-Pura Sholat, Pria Ini Gasak Uang Infak Musala Jutaan Rupiah
Hendak Berangkat Lewat Pelabuhan Tikus, Polisi Gagalkan Penyeludupan 11 PMI
Geger, Mayat Wanita Cantik di Riau Ditemukan di Kebun Sawit
Sempat Buron, Perampok Penumpang Speedboat Tujuan Mandah Akhirnya Dibekuk Polisi
Berkas Kasus Karhutla Lengkap, Dua Pimpinan PT DSI Segera Disidangkan
Geger, Warga Tembilahan Kembali Temukan Mayat di Dalam Rumah