Pilihan
Insentif Guru Bantu Pekanbaru Nunggak, BPKAD Siap Bayarkan Sesuai Aturan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Insentif guru bantu di Kota Pekanbaru menunggak. Insentif yang belum dibayarkan terhitung dari Januari hingga Maret.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru Syoffaizal saat dikonfirmasi mengatakan, siap mencairkan insentif guru bantu sepanjang sesuai dengan ketentuan aturan keuangan yang berlaku.
Sebab, insentif tersebut menyangkut keuangan negara, tidak bisa sembarangan membayar. Harus tetap mengikuti regulasi yang ada agar tidak berdampak di kemudian hari.
"BPKAD siap mencairkan insentif guru bantu itu. Tak ada alasan kami untuk tidak mencairkannya karena itu hak mereka. Tapi dalam hal itu kan ada administrasi keuangan yang harus dipenuhi terlebih dahulu," kata Syoffaizal, Senin (19/4/2021).
Ia menjelaskan, sampai saat ini belum ada menerima permintaan untuk membayar dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Menurutnya, itu terjadi karena OPD juga belum bisa mengajukan permintaan pembayaran insentif karena harus dimasukkan terlebih dahulu ke dalam anggaran pergeseran atau refocusing.
"Untuk insentif guru bantu itu kan masuknya belakangan sesuai dengan Pergub. Sebelumnya untuk insentif sudah kita masukkan di dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2021," jelasnya.
Namun, sambungnya, karena waktu itu Peraturan Gubernur (Pergub) belum ada, saat evaluasi APBD di provinsi, anggaran insentif itu diminta untuk dikeluarkan. Sekarang Pergubnya sudah ada, tapi tentu harus dimasukkan dulu ke APBD dalam konteks pergeseran.
"Dimasukkan nanti sesuai Pergub dan kita selesaikan DPAnya. Setelah pergeseran baru bisa dimintakan SPM (Surat Permintaan Membayar) dan kita bayar yang nanti juga akan ada Surat Keputusan (SK)nya," kata dia.
Ditanyakan, apakah anggaran untuk pembayaran insentif itu sudah tersedia, Syoffaizal, menjelaskan, insentif guru bantu yang akan dibayarkan itu adalah bantuan dari Provinsi Riau yang hanya singgah sebentar di kas daerah.
"Jadi apabila SPM-nya sudah dimintakan oleh Dinas Pendidikan, kita akan keluarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana). SP2D itulah yang akan kita bawa ke provinsi untuk ditunjukkan. Nanti orang provinsi yang mencairkan sesuai SP2D itu ke rekening kas daerah, baru kita salurkan ke guru- guru bantu itu," paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, dikonfirmasi, meminta ratusan guru bantu untuk bersabar. Menurut dia, selain karena belum terbitnya Peraturan Gubernur waktu itu, pergeseran anggaran atau refocusing juga menjadi penghambat hal itu terjadi.
"Waktu itu Pergubnya belum terbit sebagai syarat pengajuan pembayaran insentif para guru bantu itu. Pergub baru kita terima akhir Bulan Maret 2021," kata Ismardi.
Selain itu, di akhir Bulan Maret 2021 Pemko Pekanbaru juga sedang merampungkan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Ismardi menambahkan, Pergub merupakan dasar dari Dinas Pendidikan untuk mengajukan pembayaran Insentif para guru bantu.
Persolan belum dibayarkannya insentif tersebut sudah disampaikan kepada perwakilan guru bantu. Jumlah guru bantu yang belum menerima insentif sebanyak 280 guru.
"Tapi itulah mungkin ada yang sabar dan ada yang tidak. Uangnya bukan sama kita tapi di provinsi. Tentu harus dimintakan dulu dengan berbagai proses. Jadi bersabarlah dulu, kita tunggu tuntas refocusing langsung kami ajukan," jelasnya.
.png)

Berita Lainnya
Ketua HKBS Inhil Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri
Marpoyanto Diganti, Usman Jadi Plt Camat Batang Tuaka
Doni: Abaikan SK Yang Dikeluarkan HCB
Kabupaten Rokan Hulu Tunda Vaksinasi Covid-19 Hingga Februari
Ternyata Investor PSPS Riau Berasal dari Jakarta
Sepanjang Januari Terjadi 197 Bencana Alam, 14 Provinsi Ini Berpotensi Menyusul
Bendera di Kediaman Gubri Terbalik, Kasatpol PP Akui Kesalahan
Ketua PA Tembilahan Hadiri Konsultasi Publik Bahas MPP
Polres dan Pemkab Rohul Semprot Disinfektan Skala Besar di Jalanan Pasir Pengaraian
Kegiatan Masyarakat Pekanbaru di 11 Kelurahan Ini Bakal Dibatasi
Angka Covid-19 Masih Tinggi, DPRD Pekanbaru Imbau Imlek Tak Dirayakan Berlebihan
Besok Wilayah di Pekanbaru Ini Terapkan PPKM