Pilihan
Ketua MPR Nyatakan Tidak Adil Mudik Dilarang, Tapi 305 WNA India Difasilitasi Masuk Indonesia
JAKARTA (INDOVIZKA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan sikap Pemerintah Indonesia tidak adil. Pasalnya Pemerintah secara resmi melarangan mudik lebaran yang berlaku sejak (22/4/2021) hingga (24/5/2021) mendatang. Namun sebaliknya malah memfasilitasi kedatangan dari 305 orang warga negara asing (WNA) asal India yang 'melarikan diri' dari negara mereka akibat darurat Covid-19 varian baru B.1.1.7.
"Saya mengkritisi dan mempertanyakan kebijakan pemerintah yang melarang mudik, namun mengapa WNA tetap masih bisa difasilitasi untuk masuk ke wilayah Indonesia? Sehingga hal tersebut berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan," kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (23/4/2021).
Ditegaskannya, memfasilitasi para WNA asal India itu antara lain dengan penerimaan dan pemberian layanan karantina. Dimana hal itu dianggap tidak penting dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, dengan kondisi darurat Covid-19 saat ini.
"Pemerintah dapat mendeportasi warga negara India yang berhasil masuk ke Indonesia tanpa keterangan yang jelas atau tidak memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas)," tegasnya.
Atas hal tersebut, Bambang meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan pengawasan WNA yang masuk.
Sebelumnya diberitakan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, mencatat sejak 10 April 2021. Terdapat sebanyak 305 orang warga negara asing (WNA) asal India yang telah berhasil lolos masuk ke Indonesia, di tengah ancaman darurat Covid-19 yang melanda negara tersebut.
Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 B.1.1.7 atau yang disebut varian baru itu, Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan bagi setiap WNA India masuk ke Indonesia. Namun larangan itu baru mulai berlaku sejak Minggu (25/4/2021) mendatang.
"Kini tidak ada lagi pengecualian bagi WNA India. Semua tidak boleh masuk per 25 April 2021 mendatang. Untuk warga negara Indonesia tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini serta Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Berdasarkan data yang diterima dari Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih. Disebutkan 305 WNA India dan 15 WNI itu berhasil masuk ke Indonesia dalam tiga penerbangan berbeda, salah satunya adalah penerbangan pesawat charter menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
"Pada 10 April itu dengan GA8270 itu dari New Delhi, penumpangnya 169 orang. WNA dari India 150 orang, WNI 10 orang. Tanggal 21 April itu pesawat jet QZ988XMMA-MAA, itu pesawat charter semua ya, (yang jet) totalnya 127 WNI India dan WNI 5 orang. Ketiga pada Kamis 22 April malam, ada 28 WNA India yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta Terminal 3 internasional," kata Benget dalam rilis diterima wartawan di Jakarta.**
.png)

Berita Lainnya
Abdul Wahid Pinta PLN Tuntaskan Persoalan Kelistrikan Tahun 2020
Realisasi Anggaran Kartu Prakerja Capai Rp11,5 Triliun dan Subsidi Upah Rp6,7 Triliun
3.500 Peserta Mendaftar Indonesia Digital Conference 2020
Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Telah Dibuka , Berikut Link, Syarat dan Cara Daftarnya
Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka, Berikut Cara Daftarnya
Varian baru Covid Berpotensi Masuk ke Indonesia, Masyarakat Diminta Tak Pergi Berlibur
Kebijakan larangan Export CPO, Harga Sawit Anjlok dan Ini Solusi Dari Wahid
Terungkap! Ini Alasan Penghapusan Honorer dan PNS di Indonesia
Dinding Rumah Warga Langgam Retak, Sumur Mengering dan Makam Ambrol
Peserta Kongres Persatuan PWI Sesuai PDPRT!
Penonton MotoGP Mandalika Bisa Mampir ke 6 Destinasi Unggulan ini
Peneliti: Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular ke Anak