Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
DPR Tuding Pertamina Gagal Antisipasi Penyebab Kebakaran Kilang Minyaknya
JAKARTA (INDOVIZKA) - Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan kalau kebakaran yang terjadi di kilang minyak Pertamina bukan hanya terjadi kali ini saja.
Sebelum kejadian kebakaran di Balongan Senin 29 Maret ini, kebakaran juga pernah terjadi di Kilang Pertamina di Balikpapan, Dumai dan Cilacap.
"Kejadian ini cenderung berulang dan Pertamina gagal mengantisipasi terhadap kondisi kilang-kilang yang sudah tua," kata Lamhot kepada wartawan, Selasa (30/03/2021).
Lamhot juga mengingatkan pada Pertamina agar jangan menganggap bahwa stok BBM aman dan tidak terdampak karena kebakaran kilang Balongan berarti permasalahan selesai.
"Masalahnya tidak hanya pada ketersediaan stok BBM, terlalu menyederhanakan persoalan untuk perusahaan besar seperti Pertamina," ujarnya.
Lamhot menuturkan bila kejadian ini berulang berarti safety procedure di Pertamina sangat lemah, dan sangat memalukan untuk perusahaan milik negara.
Untuk itu, Lamhot menyatakan untuk rekomendasi ke depan jangan sampai muncul pemikiran kalau keamanan stok BBM kita sangat ringkih dan beresiko, karena setiap saat bisa terjadi kebakaran.
"Untuk menghindari kejadian berulang, saya merekomendasikan agar Pertamina melakukan asesmen menyeluruh khususnya terhadap safety procedure di semua kilang dan depo Pertamina di seluruh Indonesia," tuturnya.
Politisi Golkar tersebut juga mendesak pada Pertamina untuk melakukan pemeriksaan mulai dari pertimbangan keselamatan primer (Primary Safety Considerations).
Yakni memperhatikan seperti desain tangki, perpipaan tahan api, perangkat pengukur level beserta alarm, perangkat pencegahan kebakaran dan lain-lain.
"Termasuk juga pertimbangan keselamatan level sekunder seperti pondasi tangki sesuai standar, deteksi kebocoran, deteksi uap dan gas, pengawasan CCTV dan seterusnya," tegasnya.
Politisi berdarah Batak tersebut juga menilai perlu juga perhatikan pertimbangan keselamatan level tersier seperti area keselamatan yang menjamin tidak ada korban masyarakat sekitar, bahkan mempertimbangkan relokasi kepada masyarakat yang terdekat dengan kilang.
Pasalnya, papar Lamhot kilang pertamina sudah banyak yang sudah tua, seperti kilang Balongan yang beroperasi sejak 1994, Pertamina harus berani mengubah sistem manajemen pemeliharaan peralatan guna memastikan keandalannya dalam pengoperasian walau hal ini akan menggerus keuntungan Pertamina.
"Pengujian peralatan secara berkala dan terpisah dari aktivitas operasional untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan peralatan yang bisa memicu kebakaran. Kalau memang benar kebakaran ini disebabkan petir, berarti ada peralatan anti petir yang tidak berfungsi normal, padahal teknologi anti petir di kilang ataupun di pabrik adalah sesuatu yang umum," paparnya.
Menutup pernyataanya, Lamhot menyebut kalau Komisi VI DPR RI akan meminta penjelasan Pertamina mengenai penyebab dan dampak kebakaran kilang Balongan.
Selain itu, ia akan meminta penjelasan mengenai mitigasi dan manajemen perubahan terkait safety procedure perangkat keras, perangkat lunak, mode operasi dan kesiapan SDM Pertamina.
"Sekaligus meminta pertanggungjawaban Manajemen Pertamina terhadap banyak korban yang diakibatkan oleh kebakaran kilang tersebut, serta meminta jaminan Pertamina bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang kembali di kemudian hari," tutupnya.**
.png)

Berita Lainnya
Pemerintah Klaim Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan
Menko PMK Ingatkan Mahasiswa untuk Kuasai Teknologi Informasi
Menko Airlangga Sebut Investor Asing Siap Guyur Rp133 Triliun ke LPI
Kini Penumpang Sudah Vaksin Bebas Naik Pesawat
Empat Hari Gelar Operasi Zebra, 225 Knalpot Bising Dicopot Polisi
Minggu Depan Ada Program Bikin SIM Gratis
Pendaftaran Program Kartu Prakerja Resmi Dibuka
Silpa APBD Riau Tahun 2019 Capai Rp 14 Miliyar
Jelang HPN 2025, PWI Pusat Matangkan Persiapan
Skema Gaji PNS Bakal Berubah, Aturan Masih Disusun
Erick Thohir Minta Startup Kembangkan SDM Dalam Negeri
Ibu Arteria Dahlan vs Anak Jenderal Saling Lapor