Pilihan
Waspada! Dua Kasus Covid-19 Varian India Ditemukan di Jakarta dan Satu Varian Afsel Ditemukan di Bali
JAKARTA (INDOVIZKA) - Waspada, lindungi diri anda dan keluarga. Pasalnya dua kasus Covid-19 varian baru yang beredar di India yakni B1617 telah ditemukan di Jakarta. Dan satu jenis Covid-19 varian VUI 202012/01 atau yang beredar di Afrika Selatan, juga telah ditemukan di Bali.
Informasi terbaru atas temuan kasus itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Dua kasus Covid-19 varian B1617 asal India ditemukan di Jakarta, sedangkan untuk satu kasus Covid-19 varian VUI 202012/01 dari Afrika Selatan juga ditemukan di Bali," ujar Budi Gunadi, Senin (3/5/2021).
Kedua jenis varian ini menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) perlu diwaspadai karena dianggap mudah menular.
Lantas, apakah dua varian ini berbahaya? Perlukah masyarakat Indonesia khawatir akan penyebaran dan dampaknya?
Varian B1617
Varian asal India ini memiliki mutasi ganda. Ya, ada mutasi L452R dan E484Q di dalam varian B1617. Soal apakah berbahaya, laman Today Online menjelaskan bahwa sampai saat ini peneliti belum dapat memastikan seberapa bahayanya pun apakah varian ini lebih cepat menular.
"Tapi, masyarakat harus waspada karena varian B1617 meningkatkan penularan di India dan dianggap sebagai faktor memperburuk penyebaran Covid-19 di negara asalnya. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa varian B1617 mampu mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 yang sudah ada saat ini," tulis laporan Today Online.
Hal ini dibenarkan Direktur Institut Genomik dan Biologi Integratif Dewan Penelitian Ilmiah dan Industri India, dr Anurag Agrawal, bahwa varian B1617 yang mengandung mutasi L452R telah terbukti meningkatkan penularan virus sekitar 20 persen dan mengurangi kemanjuran antibodi lebih dari 50 persen.
"Mutasi dalam varian B1617 yang berasal dari India membuat virus lebih kebal terhadap antibodi dan ini mampu mengurangi efektivitas vaksin," sambung dr Benjamin Pinsky, direktur medis laboratorium virologi klinis Stanford Health Care.
"Kami menduga bahwa penyebaran varian B1617 sangat cepat antar manusia karena itu yang terjadi di India di mana virus menyebar dalam waktu singkat," kata Prof Hsu Li Yang, kepala program penyakit infeksi di Saw Swee Hock School of Public Health di Singapura.
VUI 202012/02
Soal varian Afrika Selatan, dikatakan dalam laman Channel 4 bahwa varian tersebut lebih mudah menular antarmanusia karena memiliki keunggulan struktur virus yang lebih kuat dibanding varian lain.
"Varian ini 50 hingga 70 persen lebih menular dibandingkan jenis lain," kata Profesor Neil Ferguson dari Imperial College London. Bahkan, dia menduga bahwa varian VUI 202012/01 lebih menular pada anak-anak.
Meski begitu, menjadi catatan bersama adalah bahwa varian ini belum terbukti membuat keparahan kondisi kesehatan ketika seseorang terinfeksi. "Varian ini pun diketahui kebal antibodi," tambahnya.**
.png)

Berita Lainnya
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1441 H pada 24 April 2020
Kenapa Pemerintah Larang Salat Berjamaah? Ini Penegasan Ustaz Abdul Somad
Rapat Pleno Diperluas PWI Pusat-Dewan Kehormatan Sepakat Akhiri Persoalan Internal
Abdul Wahid Minta Badan Informasi Geospasial Percepat Pemetaan Tata Ruang Nasional
Pinjol Ilegal Resahkan Warga, OJK Riau Angkat Bicara
Luas Penanaman Mangrove di Riau Capai 6.320 Hektare
Berpeci Hitam, di Hadapan PP Muhammadiyah Kapolri Nyatakan Siap Dikritik
Molor dari Target, Tes SKD CPNS 2019 Baru Selesai Awal Maret 2020
Pemerintah Turunkan Harga BBM, Berikut Rinciannya
Sempat Sesak Napas, Habib Rizieq Dipastikan Sudah Kembali Pulih
7 Anggota PWI Riau Masuk Kepengurusan PWI Pusat 2025 - 2030. Berikut Ini Nama-namanya
Ada Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden Jokowi, di GAR ITB