Warga Satu Dusun Keracunan Takjil hingga Tewaskan 1 Orang, Pemerintah Tetapkan KLB

Barang bukti sisa makanan takjil yang diduga picu 59 warga keracunan di Karanganyar, Ahad (9/5/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom

(INDOVIZKA) - Sedikitnya 59 warga Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Akibat kejadian ini, seorang warga meninggal, sementara puluhan lainnya harus menjalani perawatan di Puskesmas Ngargoyoso dan RSUD Karanganyar.

Dugaan sementara, puluhan warga ini mengalami keracunan usai menyantap hidangan takjil yang disediakan di masjid setempat. Berikut fakta yang terungkap dari kejadian tersebut:

1. Jumlah korban mencapai 59 orang
Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto mengatakan hasil pendataan sementara sedikitnya 59 warga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Warga yang berasal dari dua RT tersebut mengeluhkan gejala yang hampir sama.

"Dari RT 2 ada 29 warga, RT 3 sekitar 30-an tapi itu data sementara. Dibawa ke Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar. Warga sebagian besar anak- anak, keluhannya pusing, muntah sama diare," terangnya.

2. Keracunan takjil
Puluhan warga tersebut mengalami gejala keracunan secara bersamaan mulai Minggu (9/5) sore. Belasan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi warga menuju Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar.

Parti (59), salah satu korban yang dirawat di Puskesmas Karangpandan mengungkapkan, dirinya ikut menyantap hidangan takjil yang disediakan di masjid di lingkungannya, Sabtu (8/5) sore. Namun dirinya baru merasakan gejala keracunan keesokan harinya.

"Makan nasi sama oseng kacang sama tempe, sama telor dan es buah. Dimakan bareng di masjid. Makannya kemarin (Sabtu) sore. Terasanya tadi (Minggu) pagi, gejalanya muntah-muntah, mengigil dan diare," ujarnya ditemui detikcom di Puskesmas Karangpandan, Ahad (9/10/2021) malam.

3. Hidangan takjil disediakan warga sendiri
Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto menyebut, dugaan sementara warga mengalami keracunan usai menyantap takjil yang disediakan di masjid. Hidangan takjil memang disediakan di masjid desa tersebut setiap hari.

"Kronologisnya, kemarin di masjid setiap maghrib ada takjil. Itu giliran warga RT 3 dan RT 2 yang menyediakan. Takjil itu dibuat masyarakat sendiri secara bergilir," urainya.

4. Satu korban meninggal dunia
Satu korban keracunan massal di Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, meninggal dunia. Korban dinyatakan meninggal usai sempat menjalani perawatan di RSUD Karanganyar.

"Betul ada satu warga yang meninggal dunia. Atas nama Bu Darmi, usianya sekitar 70 tahun. Dinyatakan meninggal sekitar pukul 02.00," ujar Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto, saat dihubungi detikcom, Senin (10/5/2021).

Veri menyebut, kondisi kesehatan korban sudah melemah sejak dari rumah. Korban dirawat di RSUD Karanganyar dalam kondisi tak sadarkan diri.

5. Pemkab nyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB)
Kasus keracunan yang menimpa 59 warga Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pemkab Karanganyar akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

"Pemerintah mempercepat penanganan para korban termasuk membebaskan semua biaya yang ditanggung para pasien keracunan. Tentu hal ini membutuhkan legalitas, legalitasnya ya harus kita sebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sedang kita siapkan regulasinya agar penanganannya cepat," ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat ditemui detikcom di rumah dinas, Senin (10/5).

6. Polisi periksa 5 saksi
Polisi memeriksa lima orang saksi terkait kasus keracunan takjil massal di Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Tiga saksi di antaranya merupakan pembuat takjil yang diduga membuat puluhan warga mengalami keracunan dan satu orang meninggal dunia.

"Saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, termasuk yang memasak (takjil) tiga orang, ketua RT dan takmir masjid. Akan terus kita kembangkan untuk pemeriksaan saksi-saksi yang lain," ujar Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi' Maula, saat ditemui detikcom di Mapolres Karanganyar, Senin (10/5/2021).

Syafi menyebut, kelima orang yang diperiksa tersebut masih diperiksa dengan status saksi. Pemeriksaan diharapkan mampu menguak fakta seputar dugaan keracunan massal yang disebabkan oleh hidangan takjil tersebut.

"Semua statusnya masih saksi. Kita periksa seputar apa yg dilakukan, apa yang diketahui, didengar dan dilihat," urainya.

7. Sampel makanan takjil diperiksa di labfor Polda Jateng
Polisi mengamankan barang bukti makanan takjil yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan warga Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Makanan takjil tersebut ditemukan petugas di tempat sampah di kompleks masjid lokasi hidangan takjil tersebut disajikan.

Beberapa bungkus makanan takjil tersebut ditemukan saat petugas Inafis Polres Karanganyar melakukan olah TKP, Ahad (9/5/2021) malam. Olah TKP ini dilakukan usai puluhan warga mengeluhkan gejala keracunan secara bersamaan.

Petugas menemukan sejumlah bungkus makanan yang diduga merupakan makanan takjil penyebab keracunan. Petugas kemudian mengamankan makanan tersebut sebagai barang bukti.

"Sampel makanan kita amankan. Ada nasi bungkus, ada banyak hal di situ. Kemudian kita bawa ke laboratorium forensik Polda Jateng, untuk mengetahui kandungan dalam makanan tersebut, apakah ada zat-zat atau bahan-bahan lain yang membahayakan sehingga masyarakat menjadi sakit," ujar Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi' Maula, saat ditemui detikcom di Mapolres Karanganyar, Senin (10/5/2021).






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar