Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Densus 88 Tegaskan Eks Anggota MUI Ditangkap Sesuai Prosedur
JAKARTA (INDOVIZKA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menerima kunjungan dari Densus 88 Antiteror. Dalam pertemuan itu, mereka membahas mengenai penangkapan yang melibatkan pengurus MUI pusat.
Dalam pertemuan itu, rombongan Densus dipimpin oleh Kasatgas Wilayah Jabar Densus 88 Antiteror Kombes Arief Mahfud. Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar menerima mereka di Kantor MUI, Jalan LL. RE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (26/11).
Diketahui, Densus 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbar, anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah dan Anung Al Hamat. Mereka ditangkap di Bekasi dengan dugaan tindak pidana terorisme yang berkaitan dengan Jamaah Islamiyah (JI).
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Arief menjelaskan bahwa penangkapan terhadap anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah sudah sesuai prosedur. Penangkapan sudah memiliki bukti permulaan.
"Itu sudah melalui assesment yang panjang dan ada permulaan bukti kuat sehingga kita berani melakukan penangkapan. Bukan kita zalim terhadap ulama atau Islam. Tentunya kita melakukan asesmen termasuk keterangan dari tersangka yang kita tangkap sebelumnya," kata Arief.
Arief memastikan proses hukum dilakukan secara transparan. Termasuk persidangan digelar secara terbuka.
"Ini tentunya akan diuji di peradilan umum. Jadi semua penangkapan terbuka di peradilan umum," ujar dia.
Sementara itu, Rafani Achyar menilai, pengurus MUI di daerah mendukung langkah yang ditempuh pengurus MUI pusat. Semua proses hukum diserahkan kepada kepolisian. Ia berharap masyarakat pun bisa menanggapi hal tersebut dengan bijak.
"Alhamdulilah MUI Pusat sudah mengambil keputusan tepat. Pertama menyerahkan proses hukum dan kedua yang bersangkutan dinonaktifkan. Harapan kami tidak membuka peluang adanya ruang-ruang perdebatan. Jadi prinsipnya lebih cepat lebih baik," ujar dia.
.png)

Berita Lainnya
Bocah di Tembilahan Hulu Ditemukan Tewas Tenggelam di Sumur Mesjid
2 Pelaku Curat Berhasil Dibekuk Tim Gabungan Polda Dan Polres
Polisi Gagalkan Narkoba Selundupan Asal Belanda untuk Perayaan Tahun Baru
Polres Inhil Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Shabu, Satu Tersangka Diamankan
6 Tersangka Sindikat Narkoba Bersenpi Dibekuk Polres Bengkalis
Densus 88 Ringkus 16 Terduga Teroris di 3 Lokasi
Sering Keluar Masuk Penjara, 2 Begal di Pekanbaru Ditangkap Polisi
Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka Korporasi Pembakar Hutan
Rekam Video Call Seks, Napi Lapas Lampung Peras Warga Riau
2021, Polres Inhil Masih Fokus Berantas Narkoba
Kapolri Minta Maaf soal Gaduh Penerbitan TR Larangan Media
Dua Pengedar Narkotika Pangkalan Lesung Ditangkap Polisi