Pilihan
Grebek 2 Hotel, 18 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Prostitusi Online MiChat
JAKARTA (INDOVIZKA)- Praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di dua hotel di Jakarta Barat digerebek aparat. Dua muncikari ditetapkan sebagai tersangka.
Penggerebekan itu dilakukan pada Rabu (19/5/2021) lalu di Hotel A dan di Hotel B terjadi pada Jumat (21/5/2021) lalu.
"Jumlah keseluruhan yang diamankan dari dua lokasi yaitu 75 orang, baik itu muncikari, wanita open BO, tamu, serta karyawan di hotel tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (24/5/2021) dikutip dari cnnindonesia.
Dari 75 orang yang diamankan itu, 18 di antaranya diketahui merupakan anak di bawah umur yang menjadi korban dari bisnis prostitusi online tersebut.
Belasan anak di bawah umur itu, lanjutnya, telah dititipkan ke rumah aman Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang berinisial AD dan AP sebagai tersangka. Keduanya adalah muncikari dalam prostitusi online ini.
"Dua orang sebagai mucikari ditetapkan sebagai tersangka," ucap Yusri.
Dalam aksinya, kedua muncikari itu membuat akun di aplikasi media sosial MiChat untuk menjajakan korbannya kepada para pria hidung belang.
"Pelaku menawarkan korban dalam tindakan prostitusi online dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp500 ribu," tutur Yusri.
Uang dari hasil prostitusi online itu, kemudian digunakan untuk membayar operasional hotel, sekaligus untuk keuntungan kedua muncikari.
"Komisi atau fee kepada pelaku sebesar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per tamu," ujar Yusri.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 88 Jo 76 I UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP. (*)
.png)

Berita Lainnya
Pengedar Narkoba Bersenjata Nyaris Tembak Polisi di Kampar, Ini Kronologinya
Kakanwil BPN Riau M Syahrir Dicecar Soal Aliran Dana Suap
316 Barang Bukti Dokumen Terkait Dugaan korupsi PT. BPR Gemilang Disita Kejari Inhil
Terekam CCTV, Pencuri di Rumah Pak Lurah Ditangkap Polisi
Terkait Putusan MK Penyidik KPK Tidak Wajib Minta Izin Dewas, Arsul Sani: Tidak Perlu Menyalah-nyalahkan
Diperiksa KPK 7 Jam Lebih Soal Bansos, Politisi PDI-P Ihsan Yunus: Tanya ke Penyidik Saja
Terekam CCTV, Kantor PWI Inhil Dibobol Maling
Penggunaan Atribut FPI Dilarang, Polri Akan Mulai Lakukan Penertiban
Bacok Teman, Pria di Inhil Diamankan Polsek Mandah
ABG di Riau Meregang Nyawa di Hotel, Polres Tetapkan Teman Kencan Korban Tersangka
Menag Dukung Polri Tindak Penista Agama Jozeph Paul Zhang
Laka Lantas di Inhil Tewaskan 1 Warga Sipil dan 1 Anggota TNI Kritis