Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Presiden RI: Angka Kematian di Inhil Tertinggi, Bupati Evaluasi Penanganan Covid-19
TEMBILAHAN (INDOVIZKA)-Bupati Kabupaten Indragiri Hilir melakukan evaluasi terhadap penanganan Covid-19 setelah adanya pernyataan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo terkait tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 5,23 persen. Angka itu diketahui tertinggi se-Provinsi Riau.
Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan yang membenarkan pernyataan Presiden Joko Widodo itu mengungkapkan, kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir, umumnya terjadi di kalangan pasien lanjut usia, pasien berumur di atas 59 tahun.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Untuk itu sesuai arahan Presiden, perlu perhatian khusus terhadap penanganan pasien Covid-19. Diharapkan kepada Dinas terkait untuk segera melaporkan apa saja yang dibutuhkan dan yang menjadi kekurangan dalam penanganan Covid-19 di Inhil," ucap Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi evaluasi penanganan Covid-19 Inhil bersama Unsur Forkopimda beserta jajaran di Satgas Covid-19 di kantor BPBD Inhil, Tembilahan, Senin (24/05/2021) siang.
Sebagai bentuk keseriusan, Bupati menekankan kepada Satgas Covid-19 agar memperketat penanganan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri. Dia mengarahkan, para pasien itu dapat diisolasi di ruang karantina khusus pasien Covid-19.
"Saya mengharapkan kepada pihak terkait untuk ekstra memperhatikan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal ini berguna untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 klaster keluarga," kata Bupati.
Bupati juga meminta, agar pihak desa/kelurahan dan kecamatan dapat menyediakan ruang isolasi bagi para pasien Covid-19. Pertimbangan ini dikarenakan jarak ruang isolasi RSUD Puri Husada Tembilahan dengan beberapa desa/kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir yang relatif jauh.
"Tiap desa/kelurahan dan kecamatan semestinya punya ruang isolasi sendiri. Sebab, kelayakan rumah pribadi pasien untuk isolasi mandiri itu tidak terjamin. Pemerintah kecamatan bekerjasama dengan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan," jelas Bupati.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada tim Satgas Covid-19 di semua tingkatan untuk memperketat proses tracking dan tracing kontak erat pasien positif Covid-19 guna deteksi dini pasien positif Covid-19, terutama untuk para pasien tanpa gejala atau OTG.
Sementara, Juru Bicara Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kabupaten Indragiri Hilir, Dr Saut Pakpahan mengungkapkan, angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir tinggi. Sebab, angka tersebut dilihat dari segi persentase.
"Namun, kalau dilihat dari jumlah kita tergolong kecil dibanding kabupaten/kota lain di Riau. Angka persentase tinggi dikarenakan jumlah pasien positif Covid-19 kita di Inhil ini rendah, sehingga jika dihitung persen maka didapat nilai yang relatif tinggi," terang Dr Saut.
Dr Saut mengungkapkan, tercatat 1.375 pasien Covid-19 di Kabupaten Inhil per 24 Mei. Dari total tersebut, sekitar 11 persen merupakan pasien lansia. Sebanyak 66 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Dari total pasien meninggal dunia, 57 persen diantaranya merupakan pasien lansia.
Menurut Dr Saut, kebanyakan dari pasien lansia yang meninggal dunia merupakan pasien dengan Komorbid atau pasien yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya.
"Tapi, hari ini angka kematian kita sudah turun di kisaran 4,81-4,82 persen. Di kabupaten/kota lain bahkan ada yang ratusan jumlah kematiannya, namun angka persentasenya berada di bawah kita karena jumlah pasien positifnya juga tinggi," tutup dr Saut.
.png)

Berita Lainnya
Kantor DPKP Inhil Mendadak Ramai Didatangi Anak-anak, Ada Apa?
APBD Riau 2021 Bakal Merosot Tinggal Rp9 Triliun
Validasi Data Bansos Covid-19 Inhil Akan Gunakan Sistem Elektronik
Ini Dia 72 Nama-nama Pejabat Eselon II Hasil Seleksi Akhir
MTQ ke-14 Kecamatan Kemuning Resmi Dibuka
Safari Ramadhan di Rimba Melintang, Bupati Rohil Serahkan Bantuan 50 Juta
Kadin Inhil Sosialiasi Keppres Nomor 18 Tahun 2022
Jelang Keberangkatan Haji, Dinkes Inhil Lakukan PCR Kepada 303 Jema'ah Haji
Gubernur Ansar Dukung Rencana Pemekaran Provinsi Natuna-Anambas
Pemkab Inhil Uji Kelayakan Calon Komisaris dan Direksi PT. KIG
Dinkes Inhil Gelar Workshop Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Pelayanan Kesehatan
APBD P Riau 2021 Ditargetkan Rampung 30 September