Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kualitas Vaksin Corona Berbayar Benarkah Lebih Baik? Ini Penjelasannya
JAKARTA, (INDOVIZKA) - Rencana vaksin Corona berbayar di Indonesia menuai polemik. Beredar isu vaksin COVID-19 berbayar tersebut kemungkinan memiliki kualitas, efikasi, yang lebih baik daripada vaksin COVID-19 gratis program pemerintah.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama komisi IX DPR RI membantahnya.
Menkes Budi menjelaskan bahwa vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong individu adalah vaksin COVID-19 dari Sinopharm. Menurut Budi, vaksin Sinopharm ini berada di tingkat yang sama seperti AstraZeneca.
Sementara vaksin COVID-19 dengan nilai efikasi tertinggi, seperti buatan Moderna dan Pfizer, akan tetap diberikan gratis.
"Saya bisa sampaikan di sini supaya menenangkan kita semua, rangking efikasi itu paling atas Pfizer dan Moderna. Dua-duanya ada di vaksin program," kata Menkes Budi dalam rapat seperti dikutip dari detik, Rabu (14/7/2021).
"Sinopharm, AstraZeneca sedikit berada di atas Sinovac. Yang dipakai untuk vaksin gotong royong adalah Sinopharm dan Cansino," lanjutnya.
Untuk diketahui, program vaksinasi gotong royong individu akan membebankan sejumlah biaya bagi para peminatnya. Harga yang akan dibayar untuk satu dosis adalah Rp 439.570. Pemberian vaksin COVID-19 membutuhkan dua dosis, sehingga harga vaksin dan jasa menjadi Rp 879.140 per orang.
"Mudah-mudahan menjawab apakah vaksin program lebih buruk dari vaksin gotong royong. Vaksin program yang kita pakai, yang tidak dijual dalam gotong royong, adalah Pfizer, Moderna, dan Novavax yang paling tinggi efikasinya" pungkas Menkes Budi. (*)
.png)

Berita Lainnya
Tinjau Sirkuit Mandalika, Kapolri Ingin Pastikan Prokes jelang Pramusim MotoGP
Harga BBM di Riau Lebih Mahal dari Papua, Kok Bisa ya?
Insentif Kartu Pra Kerja Belum Juga Cair
Seleksi CPNS 2021 untuk Lulusan SLTA Kembali Dibuka, Lowongannya Tersedia di Lima Kementerian Berikut
Suara Tidak Sah di Pilkada Pelalawan Mencapai Angka 3.350
Harga Tiket Pesawat Alami Penurunan
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembobolan Rumah Jaksa KPK
Pelanggan Kelebihan Bayar, PLN Bakal Kembalikan
Jokowi Sebut Istana Negara Akan Pindah ke IKN Baru Pada 2024
Dewan Pers Kembali Sertifikasi Wartawan pada Mei 2021
Kapolri Minta Personel Terus Berbenah: Apabila Tak Mampu Bersihkan dan Evaluasi
Bubarkan Balap Liar, Anggota Polisi Dikeroyok