Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara, Jokowi: Jakarta Akan Seperti New York
JAKARTA (INDOVIZKA) - DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU. Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur pun akhirnya menjadi kenyataan. Dengan begitu, maka Jakarta nanti tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara.
Lantas bagaimana nasib Jakarta setelah Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan Timur?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Jakarta nantinya akan menjadi pusat bisnis di Indonesia. Hal itu diungkap Jokowi dalam acara Pertemuan Presiden dengan Pemimpin Redaksi Media Nasional di Istana Negara, Rabu (19/1/2022).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Jakarta ya seperti New York, pusat bisnis, kalau IKN seperti Washington," katanya.
Jokowi menjelaskan, IKN yang dibangun dengan konsep Negara Rimba Nusa akan menggunakan energi hijau dari Sungai Kayan. Di Nusantara juga akan ada rumah sakit bertaraf internasional seperti yang ada di Bali (Mayo Clinic).
Sementara mengenai pemilihan nama Nusantara untuk Ibu Kota Negara baru, kata Jokowi, itu adalah nama yang paling banyak pendukungnya.
“Nama Nusantara itu dipilih dari 80 usulan nama, yang terakhir dipilih itu 8-10, pendukungnya paling banyak Nusantara, itu sudah berdasarkan ahli sejarah, ahli bahasa dan ahli yang mengetahui nama-nama,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Kriteria Kepala Otorita di IKN Nusantara
Lebih lanjut, Jokowi juga mengungkap kriteria calon Kepala Otorita di Ibu Kota Negara Nusantara.
“Kalau saya pinginnya ada latar belakang arsitektur dan punya pengalaman sebagai kepala daerah,” kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan, IKN akan mencerminkan kota yang sehat, kota yang efisien, kota yang produktif, dan zero emission. IKN akan menjadi ibu kota baru yang smart dan kompetitif. “Membangun budaya kerja, mindset baru berbasis inovasi dan teknologi,” katanya.
Pembangunan Ibu Kota Negara hingga selesai menurutnya butuh waktu 15-20 tahun. Namun pada 2024 mendatang, diharapkan sudah bisa pindah Istana, serta 4 hingga 6 kementerian.
“Yang penting infrastruktur terlebih dahulu. Kita harapkan pembangunan di luar Istana itu dari investasi juga,” kata Jokowi.
.png)

Berita Lainnya
Jokowi Teken Perpres Kewajiban Rahasiakan NIK dan NPWP
Menkeu Buka-bukaan Soal Anggaran Penanganan Covid-19
Cakupan Wilayah, Luas, dan Batas Geografis Ibu Kota Negara
Tolak Perpres 10/2021, Gus Jazil: Kita Bukan Bangsa Pemabuk
Tinggal Tunggu Figur Menteri, DPR Optimis Peleburan Kemendikbud Riset Efektif
Sandiaga Uno Berencana Berikan DAK bagi Desa Wisata dan Pelaku Seni Budaya
Jelang HPN 2025, PWI Pusat Matangkan Persiapan
Kenali Ciri-ciri Akun WhatsApp Milikmu Disadap, Buruan Lakukan Hal Ini...
Meski Belum Diresmikan, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Sudah Bisa Klaim JKP
Ini Enam Klaster Rencana Pembangunan Ibu Kota Nusantara
ROAD TO HPN 2024, WAMENKOMINFO NEZAR PATRIA MELUNCURKAN BUKU "BERNALAR SEBELUM KLIK"
Hore! PNS Dapat Kenaikan Tunjangan, Besarnya Sampai Rp 1,7 Juta