Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Keputusan Erick Thohir Ganti Bos MIND ID Saat Perusahaan Tumbuh Dipertanyakan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pengamat Ekonomi Energi dan Pertambangan Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai pergantian direksi CEO Holding Industri Pertambangan Mining Industry atau MIND ID tidak tepat. Musababnya, pergantian dilakukan saat perusahaan mencatatkan kinerja yang positif.
“Tidak ada alasan yang jelas dalam pencopotan Moedak (Orias Petrus Moedak), yang digantikan oleh Hendi (Hendi Prio Santoso),” ujar Fahmy saat dihubungi pada Sabtu, 30 Oktober 2021.
Pada Januari hingga September 2021, MIND ID mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 9,8 triliun. Angka ini naik dari periode yang sama pada 2020 dengan rugi bersih Rp 1,4 triliun.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya resmi menunjuk Hendi sebagai CEO MIND ID menggantikan Orias Petrus Moedak. Pergantian diumumkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) MIND ID, Jumat, 29 Oktober 2021.
Menurut Fahmy, Erick sering kali tidak menggunakan indikator terukur untuk mengangkat dan mengganti pimpinan BUMN. Pemilihan Hendi untuk menggantikan Orias disebut-sebut tak memiliki alasan yang kuat. Sebab, meski merupakan profesional yang andal, Hendi dianggap tidak memiliki jejak pengalaman di perusahaan tambang.
Adapun Hendi merupakan mantan Direktur Utama Perusahaan Gas Negara atau PGN dan Chairman Semen Gresik. Fahmy berujar, mengurus perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan lebih rumit ketimbang gas dan semen. Selain itu, perusahaan memiliki tantangan yang berat pada masa mendatang.
“Tantangannya, tidak bisa lagi ekspor hasil tambang mentah tanpa di hilirisasi di dalam negeri. Meningkatkan produksi under mining Freeport dan produksi tambang lainnya,” ujar Fahmy.
Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga, sebelumnya mengatakan pergantian direktur utama dan direktur lainnya memiliki tujuan sebagai penyegaran tim manajemen. MIND ID, kata dia, memiliki berbagai tujuan.
Salah satu tujuan yang ingin dicapai ialah mempercepat transformasi industri tambang yang berbasis berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perusahaan juga akan melakukan optimasi program digitalisasi dan otomasi dengan mekanisme Smart Mining 5.0.
“Kemudian, pengembangan hilirisasi industri tambang menuju integrated metal & mineral comprehensive upstream & downstream processing untuk memaksimalkan value dan nilai yang bisa diperoleh di dalam negeri sehingga terbangun industri dalam negeri yang kuat,” ujar Arya.
MIND ID, kata Arya, juga akan didorong menjadi motor penggerak pengembangan industri mobil listrik dan mengurangi defisit devisa negara akibat impor. Kemudian MIND ID akan berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon di sektor transportasi darat dan membuka peluang investasi serta kerja sama pemain mobil listrik global
.png)

Berita Lainnya
Menko Perekonomian Targetkan Rabu Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter
Abdul Wahid : Harga Kelapa Berpotensi Terus Naik
Mentri Keuangan Suntik Dana Rp133,3 T ke PLN
Alami Penurunan, Harga Pinang Kering Dibandrol Rp 11.585 per Kg
Stok Gas Elpiji Dipastikan Masih Aman di Riau
Fadel Muhammad Harap Bumi Rafflesia Jadi Poros Ekonomi Sumatera
Ditjen Pajak Pastikan Pengenaan PPN Tidak untuk Sembako di Pasar Tradisional
Ekonomi Anjlok, Warga Inhil 'Berburu' Kartu Pra Kerja
Baznas Diminta Bantu Tangani Masalah Kemiskinan Ekstrim di Riau
Ditjen Pajak Tambah 8 Pemungut PPN PMSE Baru
Berikut Periode Kenaikan Harga Bahan Pangan Jelang dan Sepanjang Ramadan
Harga Minyak Goreng dan Makanan Diprediksi Tetap Mahal Hingga Ramadan