Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kejagung Kejar Aset Terdakwa Asabri yang Berada di Luar Negeri
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kejaksaan Agung segera mengejar aset yang diduga terafiliasi dengan terdakwa maupun tersangka korupsi PT Asabri (Persero) di luar negeri. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi menyebutkan, saat ini tim penyidik tengah menyiapkan langkah hukum untuk melakukan gugatan atas aset-aset tersebut, baik berupa saham maupun lainnya.
"Ada negara yang terbuka, kami akan ke sana, saatnya nanti akan kami kasih tahu, mudah-mudahan bisa berhasil karena kami akan melalui proses gugatan," kata Supardi di Jakarta, Senin 15 November 2021.
Menurut Supardi, Kejaksaan Agung akan memaksimalkan pengejaran aset-aset tersangka dan terdakwa Asabri, dalam rangka pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam perkara ini mencapai Rp 22,78 triliun.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Selain itu, dalam persidangan kasus Asabri, terungkap sejumlah fakta, di antaranya dugaan aset-aset yang disamarkan atas nama pihak lain atau mitra terdakwa maupun tersangka. "Kalau arahnya ke sana pasti akan kami panggil. Apalagi kalau keterangannya penting tentu mereka harus kami panggil lagi," tuturnya.
Hingga kini, kata Supardi, perburuan aset perkara Asabri masih terus dilakukan mengingat ada indikasi sejumlah aset yang sengaja disamarkan atau dialihkan untuk menghindari penyitaan.
Selain itu, ada pula tersangka lain yang menunjukkan niat baik mengembalikan dana pengelolaan reksa dana milik PT Asabri. Pengembalian ini dilakukan dua tersangka Manajer Investasi (MI). "Ada dua tersangka yang mengembalikan. Tersangka MAM dan IIM," ucap Supardi menambahkan.
Menurut Supardi, dua tersangka MI tersebut telah mengembalikan uang senilai Rp10,7 miliar.
Perihal klaim kuasa hukum salah satu terdakwa Asabri yang mengaku aset kliennya disita melebihi nilai tanggungannya, menurut Supardi pernyataan tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu
.png)

Berita Lainnya
Airlangga: Vaksinasi Covid-19 Bentuk Ikhtiar Pemerintah Menyelamatkan Masyarakat
Pemerintah Cairkan Bonus Rp24 Miliar untuk Tenaga Medis
Tak Ada Cuti Bersama, Ini Jadwal Lengkap Libur Lebaran!
Berikut 5 Penyebab Insentif Prakerja Belum Cair Bahkan Gagal
Penjelasan Lengkap Menko Luhut Soal Kabar Keterlibatan di Bisnis PCR
Mentan Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat
Haji 2021 Belum Pasti, Kemenag Minta Calon Jemaah Menata Hati
PLN Dituntut Buktikan Tidak Menaikkan Tarif Listrik dengan Investigasi Diawasi BPK
Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka, Berikut Cara Daftarnya
Kemenkes Ungkap Dua Kondisi Tak Bisa Divaksinasi saat Puasa
PNS Part Time Ramai Diperbincangkan, Ternyata Segini Gaji dan Bakal Dapat Pensiunan
Kemenag Ingatkan Tak Semua Lembaga Pendidikan Bisa Disebut Pondok Pesantren