Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Cara Agar Ramadan 2022 Bebas Lonjakan Covid-19
JAKARTA (INDOVIZKA) - Umat Islam akan memasuki Bulan Ramadhan pada awal April dan merayakan Lebaran di awal Mei 2022. Namun, saat ini Indonesia masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.
Kementerian Kesehatan memprediksi puncak gelombang Omicron terjadi pada dua hingga tiga pekan mendatang. Pada puncaknya, kasus Covid-19 harian diperkirakan mencapai tiga hingga enam kali lipat dari gelombang Delta. Saat puncak gelombang Delta, kasus Covid-19 bertambah sebanyak 56.757 dalam sehari.
Epidemiologi dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi Omicron mulai mereda sebelum Ramadhan 2022. Namun, untuk mewujudkan situasi itu, perlu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Pemerintah perlu mempercepat vaksinasi Covid-19. Sebelum Ramadhan, setidaknya 60 persen dari total populasi di Indonesia sudah divaksinasi lengkap dan 50 persen kelompok berisiko tinggi terhadap Covid-19 sudah di booster.
"Itu jadi bekal untuk kita jalani masa Ramadan agar jauh lebih kecil resikonya. Bukan benar-benar nggak ada risiko, ada resikonya tapi kecil sekali dibanding tahun sebelumnya," katanya kepada merdeka.com, Jumat (11/2).
Selain itu, pemerintah harus memperkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment). Khusus tracing, Dicky menyarankan untuk dilakukan secepat mungkin agar temuan kasus kontak erat segera diisolasi atau karantina. Idealnya, tracing dilakukan paling lama 48 jam sejak kasus Covid-19 awal ditemukan.
"Karena kalau sudah lebih dari itu, ya Omicron ini sudah sempat ke mana-mana. Kalau bisa paling idealnya 48 jam lah, itu yang akan menentukan keberhasilan," ujarnya.
Sementara masyarakat harus memperketat pelaksanaan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan). Masyarakat tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan dan merasa telah aman dari Covid-19.
"Kalau kita disiplin maskernya, menjaga jaraknya, kerumunan-kerumunan yang nggak perlu dikurangi, ini akan membuat kita jauh lebih kecil sekali risikonya di masa Ramadan dan Lebaran tahun ini," ucap dia.
Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah berharap kasus Covid-19 segera menurun sebelum umat Islam memasuki masa Ramadan.
"Terkait kondisi kasus, diharapkan dapat menurun segera bahkan sebelum periode Ramadhan dan Idul Fitri," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (8/2).
Menurut Wiku, menurunkan kasus Covid-19 perlu keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat. Sejumlah strategi perlu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.
Di antaranya dengan memperketat skrining kesehatan, pengendalian mobilitas, disiplin protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, tidak berkerumun, serta testing.
"Khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kenaikan kasus yang tinggi mohon untuk tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dimohon pula untuk tidak menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menyebabkan kerumunan seperti perayaan dan acara keluarga," ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
Pemerintah Cairkan Bonus Rp24 Miliar untuk Tenaga Medis
Berikut 11 Hari Libur Panjang Akhir Tahun 2020
Ini Dia Poros Terpenting Jalan Tol Trans Sumatera
JK: Bagaimana Cara Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?
Mulai April 2021, Pelanggan 450 VA Tak Lagi Dapat Listrik Gratis
Begini Cara Perpanjang dan Bikin SIM Baru 2022, Termasuk Syarat dan Biayanya
Tiga Korban Alami Luka Bakar Usai Insiden di Pusat data Google
Diduga Terlibat Jamaah Islamiyah, Ahmad Zain Dinonaktifkan dari MUI
Usulan Calon Kapolri Diserahkan Mensesneg, DPR akan Panggil Listyo Sigit Pekan Depan
BPS Bakal Rekrut 247.000 Petugas Sensus Penduduk 2020
Uni Emirat Arab Butuh Banyak Perawat dan Paramedis dari Indonesia
Tangkal Masifnya Tindak Pidana Ekonomi, Ini 5 Strategi Pemerintah Indonesia