Pilihan
Menag Ungkap WNI Bisa Umrah Tanpa Karantina Jika Gunakan Vaksin Diakui Arab Saudi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Indonesia sudah bisa mengirimkan jamaah umroh ke Arab Saudi dengan ketentuan telah disuntik vaksin dosis lengkap. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkap, ada perbedaan ketentuan bagi penerima vaksin yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi.
Bagi masyarakat disuntik vaksin dengan merek diakui pemerintah Arab Saudi, jemaah umrah tidak perlu menjalani karantina. Pemerintah Saudi mengakui vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson.
"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah dan telah disuntik dengan vaksin yang diakui oleh kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap dibolehkan langsung melaksanakan umrah. Tidak diberlakukan penerapan karantina," ujar Yaqut saat rapat kerja Komisi VIII DPR, Selasa (30/11).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Sementara, kata Yaqut, untuk vaksin yang diakui WHO, jemaah haji perlu melakukan karantina selama 48 jam. Kemudian perlu menjalani tes PCR dan setelah dinyatakan negatif dibolehkan untuk melaksanakan umrah. Vaksin Sinovac yang digunakan Indonesia merupakan vaksin yang diakui WHO tetapi tidak oleh Arab Saudi.
"Kemudian jemaah umrah yang telah disuntik vaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO diberlakukan karantina tiga hari dan dalam masa karantina itu selama 48 jam akan dilakukan tes PCR dan setelah dinyatakan negatif langsung dibolehkan melaksanakan umroh," kata Yaqut.
Di dalam negeri, pemerintah Indonesia menerapkan sistem one gate policy untuk keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi. Pemerintah menetapkan pintu keberangkatan jamaah haji hanya melalui Bandara Soekarno-Hatta. Para calon jemaah juga harus menjalani skrining protokol kesehatan di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.
"Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jemaah umrah serta upaya meyakinkan mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jemaah umrah berikut penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum keberangkatan," ujar Yaqut.
.png)

Berita Lainnya
Vaksin Sinovac Halal, MUI Susun Fatwa Lengkap Setelah Hasil Final BPOM
Telkom Dukung Penuh Transformasi Digital PTPN V
Mantan Guru Pembakar Sekolah Diberi Rp6 Juta Oleh Disdik Garut
Untuk Dapatkan Banpres Usaha Mikro Penerima Tak Boleh Punyak Utang, Begini Respon DPR
Komisi III DPR Dukung Polri Bentuk Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak
MPR Saran Indonesia Tak Kirim Jemaah Haji Jika Hanya Dapat Kuota 10 Persen
Karyawan Bergaji di Bawah Rp5 Juta Dapat Subsidi Lagi, Begini Cara Daftarnya
Kapan Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai? Ini Kata Bappenas
Ngeri! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
Kopdes Merah Putih di Papua Angkat Potensi Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
UU Cipta Kerja Kasih Perlakukan Khusus untuk Produk Halal
Akses ke Monas Ditutup, Massa Reuni 212 Tertahan di Thamrin