Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Kapolri Ajak Semua Pihak Ciptakan Alam Demokrasi yang Lebih Baik
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menciptakan alam demokrasi di Indonesia kedepannya lebih baik dengan menghargai kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi.
"Mari ke depan kita ciptakan alam demokrasi yang lebih baik, kebebasan berekspresi, kebebasan mengkritik, kebebasan berpendapat. Yang memang itu dilindungi oleh Konstitusi. Dan ini harus kita jaga," kata Sigit menutup Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri 2021 dalam rangka memperingati momentum Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (10/12).
Sigit menilai, penyelenggaraan lomba orasi hari ini, membuktikan bahwa Indonesia yang menganut sistem demokrasi, menghargai kebebasan menyampaikan pendapat dan ekspresi dari masyarakat luas.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Untuk itu, Sigit berharap, lomba orasi ini dapat direfleksikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polri, dengan menyerap seluruh aspirasi dari masyarakat.
"Harus dipahami seluruh masyarakat Bangsa Indonesia. Tentunya seluruh pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya adalah Polri yang selalu berhadapan setiap hari dengan unjuk rasa," ujar jenderal bintang empat tersebut.
Sigit pun memastikan, selama penyampaian aspirasi berjalan sesuai aturan dan perundang-undangan, maka personel kepolisian harus memastikan kegiatan unjuk rasa itu berjalan dengan baik.
"Kewajiban bagi seluruh anggota Polri untuk amankan agar pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum betul-betul bisa terselenggara dengan baik," kata mantan Kabareskrim itu.
Menurut dia, iklim demokrasi di Indonesia semakin hari makin baik. Oleh karena itu, tren positif tersebut harus tetap dipertahankan dengan memberikan wadah atau ruang dalam penyampaian pendapat dan aspirasi.
"Saya pesankan di sini adalah, bagaimana kemudian di alam demokrasi makin hari makin baik ini, maka kebebasan menyampaikan ekspresi, kritik, dan aspirasi betul-betul bisa berjalan dengan baik," ujar Sigit menuturkan.
Kapolri menekankan, penyampaian aspirasi yang baik adalah terlepas dari segala bentuk kepentingan segelintir kelompok yang kerap memanfaatkan situasi dan kondisi. Sehingga, penyampaian aspirasi tidak akan terganggu dengan "noise" (kebisingan) yang dapat menghambat pesan dari masyarakat itu sendiri.
"Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut," papar dia.
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi Kapolri yang telah memberikan ruang atau wadah kepada masyarakat menyampaikan pendapat dengan menggelar lomba orasi.
Ahmad Taufan menyebut, kegiatan ini diharapkan bisa membuat aparat kepolisian semakin profesional dalam penanganan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati juga anggota kepolisian yang melakukan pengamanan unjuk rasa, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang ingin membangun negeri ini.
"Tentu kita bersama-sama berjanji membangun bangsa kita untuk menjadi bangsa besar, bangsa yang menghormati norma hak asasi manusia dan martabat kemanusiaan serta kemajuan kita bersama," kata Ahmad Taufan.
Dalam lomba orasi ini melahirkan enam pemenang yang terdiri dari Juara I hingga III dan Juara Harapan I sampai dengan III.
Adapun rinciannya;
- Juara I disabet oleh Tim Aman Kesal Unesa, Jawa Timur yang mengusung tema anti perundungan dan kekerasan seksual
- Juara II Tim Sembur Paus dari NTT dengan tema hak adat dalam cengkeraman negara
- Juara III Tim Pemberantasan Tikus dari Sumatera Barat dengan tema koruptor dan pelakor
- Juara Harapan I Tim Justisia dari Maluku Utara dengan tema kekerasan seksual terhadap perempuan
- Juara Harapan II Tim Lingkar Hijau dari Sulawesi Selatan dengan tema orasi humanis HAM
- Juara Harapan III Tim Uniba dari Kalimantan Timur yang mengusung tema memperingati hari HAM.
.png)

Berita Lainnya
Pansus DPRD Riau Terima 33 Laporan Konflik Lahan
Tidak Kunjung di SK-kan, 4 PCNU di Riau Akan Lakukan Protes di Muktamar NU
Kegiatan HUT ke-7 SMSI Memperoleh Penghargaan MURI
Pemda Dinilai Terlalu Hati-Hati Belanjakan Anggaran
Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni Hari Ini
Jokowi Ungkap Alasan Pemerintah Ngotot Larang Mudik Lebaran Tahun Ini
Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 Jadi Bertambah
Abdul Wahid Pinta PLN Tuntaskan Persoalan Kelistrikan Tahun 2020
Mendagri Bentuk Satgas Covid-19 Hingga Tingkat RT
Pelatih NTB Protes dan Buat Keributan dalam Acara Pembagian Bonus PON Papua
Pelanggan Kelebihan Bayar, PLN Bakal Kembalikan
Dirut PLN Mengaku Kelola Utang Tak Sehat Senilai Rp500 T