Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Indonesia Kembali Terima Dukungan 3,5 Dosis Vaksin Covid-19 dari Covax
JAKARTA (INDOVIZKA) - Indonesia melalui fasilitas Covid-19 Vaccine Global Access (Covax) menerima kembali kedatangan vaksin dalam dua tahap kedatangan, yakni ke-155 dan ke-156. Vaksin ini untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara sahabat lain yang membantu ketersediaan vaksin di Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Minggu (12/12).
Fasilitas Covax adalah program bersama untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19 melalui kolaborasi mempercepat penelitian, produksi dan akses yang setara atas vaksin Covid-19.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Dalam kedatangan tahap ke-155, tiba vaksin AstraZeneca yang berjumlah 1.749.600 dosis pada Sabtu (11/12) pukul 21.59 WIB. Kemudian kedatangan tahap ke-156 berupa vaksin Pfizer yang berjumlah 1.766.700 dosis pada Ahad (12/12) pukul 15.45 WIB dan 22.15 WIB.
Pemerintah Indonesia terus berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 sekaligus mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Selain mengupayakan vaksinasi Covid-19 ke wilayah-wilayah terpencil, pedalaman, dan terluar, cakupan sasaran vaksinasi juga akan diperluas dalam waktu dekat.
Program vaksinasi anak 6-11 tahun akan segera mulai dilaksanakan pada Desember 2021.
"Dengan akan dimulainya program untuk kelompok sasaran ini, makin melindungi anak-anak kita dari ancaman Covid-19, termasuk dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas," ujar Nadia seperti dilansir dari Antara.
Terkait vaksin booster, dia mengungkapkan, saat ini pemerintah menyiapkan sesuai dengan kelompok prioritas, yaitu untuk tenaga kesehatan dan lanjut usia (lansia), termasuk yang memiliki riwayat penyakit atau komorbid.
Menurut dia, kelompok lansia penting mendapat booster karena angka rasio kasus Covid-19 lansia Indonesia masih tinggi.
Kementerian Kesehatan akan menggunakan stok vaksin yang sudah tersedia, seperti Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna yang sudah memperoleh izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.
.png)

Berita Lainnya
Tingkatkan Metabolisme dan Semangat, Manfaat Minum Kopi Sebelum Olahraga
Gedung Baru Puskesmas Mandah di Resmikan
Ahli Gizi Ungkap Alasan Kenapa Sahur Pakai Mie Instan Bikin Tubuh Lemas
9 Pasien Diisolasi di RSUD PH, 5 di RSUD Raja Musa Guntung
Dinkes Inhil : Ayo Kenali Gejala Stres
Guna Meningkatkan Layanan Kesehatan Lansia, Puskesmas Tembilahan Kota Rutin Kunjungi Pondok Bhakti Lansia
Deteksini Dini HIV Pada WBP, Dinkes Lakukan Skining HIV di Lapas Kelas IIA Tembilahan
Epidemiolog Ingatkan Bahaya Omicron bagi Orang yang Belum Divaksin
Update PDP Covid-19 Di Riau, 22 Orang Dinyatakan Negatif
Bolehkah Anak Tetap Divaksinasi COVID-19 ketika Batuk Pilek?
Langkah Pertama Mengobati Saat Asam Lambung Kumat
2 Warga Inhil Kembali Positif Covid-19