Pilihan
Ketar Ketir Hadapi Musim Banjir
JAKARTA (INDOVIZKA) - Lelaki paruh baya duduk santai di beranda rumah. Sesekali dia berkipas dengan selembar kertas. Cuaca sore itu tak panas. Tetapi terasa sangat gerah.
Hunian di Kampung Baru, Pondok Pinang, Jakarta Selatan cukup padat. Rumah warga berdempet. Beberapa bangunan terpisah jalan. Lebarnya tak lebih dari satu meter.
Nurman mengajak berkeliling tempat tinggalnya. Baru beberapa puluh langkah. Perjalanan terhenti di depan aliran air berwarna cokelat. Kali Pesanggrahan terpantau tenang hari itu. Nyaris tak ada riak. Pertanda debit air meningkat.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
"Lagi aman nih, biasanya Januari setelah tahun baru. Baru mulai (banjir)," cerita pria 54 tahun itu kepada merdeka.com, akhir pekan lalu.
Tinggal di dekat Kali Pesanggrahan selalu membuatnya was-was. Didatangi tamu tak diundang berupa luapan air. Apalagi menjelang akhir dan awal tahun. Bertepatan musim penghujan.
Nurman tidak lagi bisa menghitung. Berapa kali rumahnya dan warga lain teredam banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan. Saking seringnya, kebanjiran menjadi peristiwa biasa untuk dihadapi. Beruntung banjir tahun ini lebih bersahabat. Katanya, baru awal tahun air kali meluap hingga ke rumahnya.
"Kalau dulu setahun bisa dua sampai tiga kali," jelasnya.
Mengutip data.jakarta.go.id dan BPBD, wilayah Pondok Pinang masuk daftar titik banjir di Jakarta Selatan. Banjir teranyar terjadi pada November 2021 lalu. Tak terlalu besar, sebab hanya empat kepala keluarga terdampak.
Persoalan banjir menjadi pekerjaan rumah setiap pemimpin Jakarta. Banyak program dicanangkan mengurangi dampak banjir Ibu Kota. Nyatanya, Jakarta masih belum lepas dari momok banjir.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Dudi Gardesi memastikan. Pemprov DKI bekerja keras menangani persoalan banjir Jakarta. Apalagi dinasnya, yang bertugas memonitoring persiapan hingga memantau pekerjaan untuk mengurangi dampak banjir.
"Kita melaporkan secara keseluruhan di bawah komando BPBD," kata Dudi.
Pemprov DKI Jakarta sudah menjalankan banyak program pencegahan banjir. Sebut saja normalisasi sungai dengan pengerukan kali, gerebek lumpur, pembangunan polder, waduk, situ, dan embung. Kemudian ada pembuatan tanggul hingga sumur resapan.
Tetapi banjir belum benar-benar teratasi. Acapkali, ketika musim hujan tiba, banjir pasti merendam hunian warga Jakarta. Kondisi itu sering pula dikaitkan dengan curah hujan di atas normal.
.png)

Berita Lainnya
Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Resmi Diumumkan, Simak Link Berikut Ini!
Gerbang Tani Riau Sayangkan Rencana Pemerintah Impor Beras 1,5 Ton
Kapan Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai? Ini Kata Bappenas
Indonesia Menuju Pucuk Kepemimpinan Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan Reformasi HAM Nasional
PT GSI Bersedia Perbaiki Kuburan Rusak dan Rumah Warga yang Retak
Pulihkan Ekonomi, MPR Minta Kepala Daerah Baru Berinovasi
Megawati Minta Jokowi Memberikan Perhatian Terbaik Kepada SBY
PNS Part Time Ramai Diperbincangkan, Ternyata Segini Gaji dan Bakal Dapat Pensiunan
Mendagri Sebut Skenario Pemberian Vaksin Corona Massal di 2022
Senin Pagi, MK Bacakan Putusan Gugatan Sengketa Pilpres 2024
Kenapa Jokowi Tolak Lockdown?
Dokter Boyke Meninggal Dunia, Prabowo Turut Bersedih