Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Program Pengendalian Covid-19
JAKARTA (INDOVIZKA) - Mendagri Tito Karnavian meminta Kepala Daerah mengutamakan program pengendalian Pandemi Covid-19 di tahun 2022 ini. Hal itu diungkapkan Tito saat memberikan arahan kepada Gubernur Lampung, bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring, Evaluasi Program, dan Kegiatan Strategis Provinsi Lampung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Rabu (5/1).
"Yang paling utama sekali adalah pengendalian pandemi, karena kendali pandemi ini menjadi kunci bagi kita semua untuk bisa mencapai target pendapatan sekaligus untuk membuat dan mengeksekusi program sesuai dengan rencana belanja," kata Tito dikutip dalam keterangan pers, Kamis (6/1).
Dia menjelaskan, jika pandeminya tidak terkendali akan sangat sulit bagi daerah mencapai target pendapatan dan target belanja. Oleh sebab itu, kata dia, pengelolaan pemerintahan itu, baik di pusat di daerah sama.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Bagaimana caranya pendapatan lebih besar daripada belanja, kira-kira seperti itu. Pendapatan yang banyak belanjanya kira-kira di bawah sedikit itu namanya surplus. Jangan sampai target pendapatan tidak sampai belanjanya tinggi itu namanya defisit, tidak bisa di eksekusi," ujar dia.
Dia mengatakan, apresiasi kepada Gubernur Lampung karena hampir semua indikator penanganan pandemi kasus positif (positif rate), tingkat keterisian rumah sakit bed ocupancy rate (BOR). Dia menjelaskan, saat ini di Lampung tingkat vaksinasi juga sudah di atas 70 persen.
"Terima kasih banyak, namun saya menyampaikan kepada Bapak Gubernur, Bapak-Ibu Bupati/Wali Kota supaya tidak boleh lengah. Kenapa? karena kita sedang menunggu ini, massa yang sangat penting, yaitu setelah Natal dan Tahun Baru, kita lihat 2 minggu ke depan, mudah-mudahan secara nasional tidak terjadi lonjakan signifikan, termasuk Lampung juga tetap bisa landai," kata Tito.
Tito juga meminta kepada Kepala Daerah tetap mengampanyekan protokol kesehatan, terutama memakai masker, apapun variannya, masker nomor satu. Sebab kata dia, penyebaran penyakit masuk rongga pernafasan.
"Kedua, mempercepat vaksinasi bagi yang belum terutama lansia, sisir kembali door to door, supaya orang tua ini yang paling rentan, sehingga tingkat kematian bisa betul-betul diturunkan," imbuhnya.
Selanjutnya, Kepala Daerah segera menyiapkan skenario terburuk ketika terjadi lonjakan kasus. Sehingga jika ada yang masuk rumah sakit karena varian Omricon dan angkanya tinggi bisa diantisipasi. Setelah itu untuk diberikan perawatan maksimal dan sudah siap.
"Karena kita belajar dari pengalaman yang lalu, sarana prasarana fasilitas kesehatan, perobatan, oksigen, tenaga kesehatan dalam satu bulan ini, betul-betul disiapkan. Kita belum paham karakter daripada Omnicron, mudah-mudahan bisa dinetralisir betul oleh antibodi kita," tutup dia.
.png)

Berita Lainnya
Dugaan Pembunuhan di Lingkaran Tambang Ilegal, Kasus Kriminalitas Kembali Disorot
Komdigi Bekukan Sementara Izin TikTok, Terkait Dugaan Monetisasi Ilegal
Jokowi Sudah Minta Menkumham Siapkan Revisi UU ITE
Ketua MPR Dukung Wartawan di DPR/MPR RI Ikuti UKW Guna Peningkatan Kualitas Jurnalistik
Imbas Harga Gas Turun, PLN Hemat Rp18,58 Triliun
RUPS PLN Mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN
Lomba Mural Kritik Polri, Kapolri Ikut Cat Mural 'Siapa Berani Kritik Polisi?'
Mahfud MD: Pers Pilar yang Paling Sehat, Kebebasan Pers Tidak Boleh Dilanggar
Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU
Kasus Corona di Indonesia yang Tertinggi di ASEAN
Tak Cuma Beli Tanah, BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Haji-Umrah dan Penerima KUR
Fraksi PKB DPR RI Dukung RUU BUMDes