Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Ekspor Batu Bara Dilarang, Menteri Bahlil Yakin Tak Pengaruhi Investasi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meyakini larangan ekspor batu bara sejak 1-31 Januari 2022 tidak akan mempengaruhi minat investasi ke Tanah Air. "Enggak apa-apa. Enggak ada pengaruhnya kepada investasi," ujar Bahlil di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022.
Bahlil juga optimistis tidak ada stigma buruk dari investor kepada Indonesia lantaran kebijakan tersebut. Menurut dia, persoalan krisis energi apabila tidak ditangani justru berdampak buruk untuk perekonomian di Tanah Air.
"Mana yang lebih buruk, kita menghentikan ekspor batu bara tapi listrik kita nyala atau kita ekspor tetapi listrik kita mati? Jadi dalam situasi seperti ini nasionalismenya harus keluar dong," kata Bahlil.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Ia pun menegaskan bahwa sejatinya ia adalah pihak yang pro investasi. Namun, ia tetap lebih mencintai negara ini . "Kalau nggak ditutup listrik kita mati. Jadi penuhi dulu DMO-nya," kata dia.
DMO itu, menurut Bahlil, harusnya 25 persen dari total produksi batu bara. Sehingga, kalau ekspor Indonesia lebih dari 500 juta ton, maka kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri berkisar 1350140 juta ton.
"Masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajiban DMO-nya," ujar Bahlil. Nantinya, kalau kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, Bahlil berujar bahwa keran ekspor pasti akan dibuka kembali.
Untuk itu, Bahlil pun mengatakan setiap hari terus berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif untuk mencari solusi persoalan itu. Ia berharap pasokan dalam negeri bisa segera terpenuhi sehingga ekspor bisa dibuka kembali.
"Saya tahu banyak negara yang menyampaikan surat agar jangan sampai terjadi pelarangan ekspor karena sekarang kan musim dingin, apalagi krisis energi dunia. Kita bertanggung jawab juga terhadap kepentingan dunia. Tapi kita minta percepatan untuk penuhi stok dalam negeri, setelah itu kita ekspor," kata Bahlil.
Seperti diketahui, sebelumnya PLN melaporkan bahwa terjadi defisit pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap di Tanah Air. Lantaran kondisi tersebut, Kementerian ESDM pun memberlakukan larangan ekspor batu bara pada 1-31 Januari 2022.
.png)

Berita Lainnya
Gubernur BI Puji Gibran Sebut Pengendalian Inflasi dan Harga Pangan di Solo Berhasil
Perjuangan Berbuah Manis, Apkasindo : Selamat Datang DBH Sawit
Gubri Bahas Upaya Dorong Harga TBS Saat Safari ke Inhu
Harga Sembako di Pekanbaru Turun Pasca Nataru
Harga BBM Siap-Siap Naik, Akankah Bansos Bakal Ditambah
Kontribusi CPO Riau untuk Nasional Capai 40 Persen
Pertalite di Bawah Harga Keekonomian, Ahok: Sementara Jadi Kerugian Pertamina
Ini Dia Daftar Harga Rokok yang Sudah Naik
Kadisperindag Riau Pelajari Kebijakan Beli Migor Pakai KTP dan Aplikasi PeduliLindungi
Realisasi Stimulus Listrik Rp 9,42 T Dinikmati 31,94 Juta Pelanggan PLN
Hari Ini Harga Emas Tembus Rp1,087 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Tinjau Bersama Tim Satgas Pangan, Disperindag Riau Pastikan Harga dan Stok Bapok Stabil