Pilihan
Harga Minyak Melonjak Tajam Tembus USD 88 per Barel
JAKARTA (INDOVIZKA) - Harga minyak naik untuk hari keempat berturut-turut ke level tertinggi dalam 7 tahun. Kenaikan harga minyak ini didorong oleh penutupan pipa dari Irak ke Turki yang meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pasokan yang sudah ketat di tengah masalah geopolitik yang mengkhawatirkan di Rusia dan Uni Emirat Arab.
Dikutip dari CNBC, Kamis (20/1/2022), harga minyak mentah berjangka Brent naik 93 sen atau 1,06 persen ke level USD 88,44 per barel, menambah lonjakan 1,2 persen di sesi sebelumnya. Harga patokan minyak dunia ini naik ke USD 89,05, tertinggi sejak 13 Oktober 2014.
Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,53 atau 1,8 persen menjadi USD 86,96 per barel. Ini menambah kenaikan 1,9 persen pada perdagangan Selasa.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Operator pipa negara Turki Botas mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka memotong aliran minyak di pipa Kirkuk-Ceyhan setelah ledakan pada sistem. Hingga saat ini penyebab ledakan belum diketahui.
Pipa tersebut membawa minyak mentah keluar dari Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), ke pelabuhan Turki di Ceyhan untuk diekspor.
Kerugian itu terjadi karena para analis memperkirakan pasokan minyak yang ketat pada 2022, sebagian didorong oleh permintaan yang bertahan jauh lebih baik dari yang diperkirakan terhadap varian virus corona omicron yang sangat menular, dengan beberapa menyerukan pengembalian minyak USD 100.
Masalah geopolitik di Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, dan UEA, produsen terbesar ketiga OPEC, menambah kekhawatiran pasokan.
UEA pada Selasa malam menyerukan pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk serangan di Abu Dhabi pada perdagangan Senin oleh gerakan Houthi Yaman, yang telah mengancam serangan lebih lanjut.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
OPEC+ Gagal Capai Kuota Produksi
Sementara itu, pasukan Rusia berbaris di perbatasan Ukraina, dengan Gedung Putih menyebut krisis itu sangat berbahaya dan mengatakan Rusia dapat menyerang kapan saja.
Ketegangan meningkatkan prospek gangguan pasokan pada saat OPEC, Rusia dan sekutu mereka (OPEC+) sudah mengalami kesulitan memenuhi target yang disepakati untuk menambah 400 ribu barel per hari pasokan setiap bulan.
"OPEC+ gagal mencapai kuota produksi mereka dan jika ketegangan geopolitik terus memanas, minyak mentah Brent mungkin tidak perlu banyak dorongan untuk mencapai USD 100 per barel," kata Analis OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan.
Analis Komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan konsumsi bahan bakar jet meningkat dengan pertumbuhan penerbangan internasional. Sementara lalu lintas jalan jauh lebih tinggi dari waktu yang sama tahun lalu.
“Keterbatasan pasokan OPEC+ dan peningkatan berkelanjutan dalam permintaan minyak global kemungkinan akan membuat harga minyak didukung dengan baik dalam beberapa bulan mendatang,” kata Dhar.
.png)

Berita Lainnya
BSP Hasilkan Laba Bersih Rp381 Miliar Tahun Buku 2022
Ini Biang Kerok Harga Gula Mahal
Disbun Riau Targetkan 10.550 Ha PSR Kebun Sawit di 10 Kabupaten/Kota
Baznas Diminta Bantu Tangani Masalah Kemiskinan Ekstrim di Riau
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Kartu Prakerja Dilanjutkan di Tahun Ini, Airlangga: Semoga Memberi Manfaat
Ditjen Pajak Pastikan Pengenaan PPN Tidak untuk Sembako di Pasar Tradisional
Bahlil Minta Anak Buahnya Rajin Datangi Investor dan Bantu UMKM
IPKR Inhil Sebut Tidak Ada Penutupan Pembelian Kelapa di PT Pulau Sambu
Turun drastis, Harga Sawit di Inhil Capai Rp. 800/kg
Utang Pemerintah Tembus Rp6.713 Triliun Hingga November 2021
TPK Hotel Berbintang di Riau Sedikit Menurun