Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Wamendag Minta Warga Laporkan Penjual Minyak Goreng di Atas Rp14 Ribu per Liter
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah melalui Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi telah memutuskan kebijakan satu harga minyak goreng, Rp14 ribu per liter. Pedagang yang menjual dengan harga lebih tinggi akan diberi sanksi.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengimbau warga agar melaporkan kepada pihak berwenang bila menemukan harga minyak goreng tidak wajar. Pelaku akan diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku, karena sudah merugikan warga demi keuntungan seseorang atau kelompok.
"Jika menemukan ada harga yang tak sesuai pasti akan ditindak sesuai aturan," kata Jerry di Kota Tasikmalaya seusai meresmikan Pasar Pancasila, Sabtu (22/1).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Selain dari laporan warga, pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota secara berkala akan mengawasi harga minyak goreng. Para pengawas itu pun akan diawasi kinerjanya.
Jerry menjamin bahwa harga minyak goreng di seluruh pasar tradisional hingga toko ritel modern dalam beberapa hari ke depan akan merata Rp14 ribu. Di Kota Tasik, ia sempat mengecek langsung harga jual minyak goreng di Pasar Pancasila.
"Tadi saya sudah cek dan diketahui sudah sebagian turun harga minyak goreng di pasar tradisional. Kita memang beri waktu seminggu ke depan untuk harga minyak goreng di pasar tradisional turun juga sama menjadi Rp 14.000 per liternya. Saya jamin harga minyak goreng turun, dengan harga turun minyak akan bisa didapatkan oleh warga," jelas Jerry.
Harga Kebutuhan Pokok Turun
Selain minyak goreng, menurut Jerry, harga komoditas seperti sayuran dan kebutuhan pokok lainnya sudah mengalami penurunan.
"Harga kebutuhan pokok di pasaran pun terus dipantau dan diawasi oleh semua pihak. Hal ini supaya seluruh masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah saat masa perbaikan ekonomi saat pandemi Covid-19," ungkapnya.
"Ini kita pantau bersama supaya harga terjangkau. Mudah-mudahan stoknya ada dan cukup serta aman dan menjamin ketersediaan bagaimana masyarakat bisa dibeli. Berikan waktu, pasti bisa stabil semuanya harga minyak goreng di pasaran, baik pasar modern ataupun pasar tradisional," tutup Jerry.
.png)

Berita Lainnya
Kemendag Akui Kebijakan yang Salah Ikut Beri Andil Harga Minyak Goreng Naik
Warga Mengeluh Sulit Dapat Gas LPJ 3 Kg, DPRD Pekanbaru Sebut Disperindag dan Pertamina Harus Tanggungjawab
Perjuangan Berbuah Manis, Apkasindo : Selamat Datang DBH Sawit
Simak Tips Sukses Investasi Kripto Bagi Pemula
Ekspor Riau Bulan April Turun 10,46 Persen
Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030
Akibat Penurunan Harga, Target Produksi Minyak Mentah Riau Dipangkas
BLT Rp600.000 untuk UMKM Hingga Nelayan Cair Bulan Ini
Utang Pemerintah Naik Rp7.861,68 Triliun per 28 Februari 2023
Seluruh PNS, TNI dan POLRI Wajib Laporkan Harta Kekayaan
Naik 19,81 Persen, Ekspor Riau Bulan Maret US$ 1,96 Miliar
Jelang Ramadan Harga Ikan Bakal Naik, Ini Daftarnya