Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Persi Imbau Tenaga Kesehatan Tak Ajukan Cuti
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada dua kasus kematian pertama di Indonesia akibat Covid-19 varian Omicron, pada Sabtu (22/1). Kedua pasien tersebut memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Bambang Wibowo, telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh rumah sakit anggota Persi. Di mana untuk mempersiapkan pelayanan, sarana prasarana, serta fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) terkait kemungkinan adanya varian baru yang masuk Indonesia.
"Memperbaiki sistem pelayanan dengan memperhatikan pelaksanaan PPI lebih ketat dan optimal," katanya kepada merdeka.com, Minggu (23/1)
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Dia meminta rumah sakit melapor jika menemukan pasien yang dicurigai gejala dan tanda klinis varian Omicron, serta didukung dengan riwayat perjalanan dari negara-negara yang diwaspadai seperti Afrika Selatan, Hongkong, Australia, Israel, Belgia, Jerman dan benua Eropa lainnya.
"Maka rumah sakit segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat dan berkoordinasi untuk melakukan surveilans dan WGS (Whole Genome Sequencing)," ujarnya.
Bambang juga mengimbau agar seluruh petugas medis untuk tidak mengajukan cuti. Hal II dimaksudkan untuk antisipasi melonjaknya angka pasien yang terpapar.
"Seluruh jajaran direksi rumah sakit agar dapat melarang seluruh staf rumah sakit untuk mengajukan cuti dan bepergian ke luar kota," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat empat provinsi di Indonesia sudah mendeteksi kasus Covid-19 varian Omicron. Temuan kasus Omicron di wilayah ini akibat transmisi lokal.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, empat provinsi tersebut ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
“Banten 11, DKI Jakarta 148, Jawa Barat 6, dan Jawa Timur 9,” katanya melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Rabu (19/1).
Nadia menjelaskan, total kasus Omicron di Indonesia saat ini sebanyak 822 orang. Dari jumlah tersebut, 649 kasus dikontribusi oleh pelaku perjalanan luar negeri, sementara 174 lainnya transmisi lokal.
“Kasus Omicron pelaku perjalanan luar negeri terbanyak asal negara keberangkatan Arab Saudi (113), Turki (107), Amerika Serikat (72), Malaysia (57), dan Uni Emirat Arab (47),” jelasnya.
.png)

Berita Lainnya
Dua Warga Siak PDP COVID-19 Usai Dari Malaysia Dan Bandung
Kemenkes Jelaskan Alasan Gunakan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun
Update Perkembangan Covid-19, 1 April 2020 di Inhil
Tahun 2024 Desa Batang Tumu Alami Penurunan Prevelensi Stunting
Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemkab Inhil Lakukan Ini
Tak Perlu Pakai Resep, Obat Corona Buatan Indonesia Akan Dijual Bebas
Bolehkah Anak Tetap Divaksinasi COVID-19 ketika Batuk Pilek?
Rajin Santap 5 Minuman dan Makanan Ini, Kalori Terbakar Lebih Cepat
Riau Tambah 183 Kasus Positif Covid-19, 4 Pasien Meninggal Dunia
Aturan Mencuci Masker Kain yang Tak Boleh Sembarangan
Dinkes Inhil Sampaikan Pentingnya Standar Penjaringan Kesehatan untuk Anak
Terjadi Peningkatan Kasus Stunting Dalam 2 Tahun Terakhir, Kelurahan Concong Tengah Jadi Fokus Intervensi Pemda