Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Bolehkah Anak Tetap Divaksinasi COVID-19 ketika Batuk Pilek?
JAKARTA (INDOVIZKA) - Cuaca yang serba menentu beberapa saat belakangan kerap membuat anak kerap mengalami batuk pilek. Kondisi ini tentu tidak ideal terutama ketika buah hati hendak memeroleh vaksinasi COVID-19.
Sebelum anak memperoleh vaksinasi COVID-19, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Hal ini berupa anak harus dalam kondisi sehat secara fisik, tidak memiliki penyakit kronis khusus, serta tidak konsumsi obat-obatan jangka panjang yang memengaruhi imunitas tubuh.
Hal ini juga berlaku ketika anak yang sedang terkena batuk dan pilek seperti disampaikan Anggraini Alam SpA(K), Ketua UKK Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada Live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
"Sebaiknya jangan dilanjutkan vaksin, harus ditunda," kata Anggraini.
Ketua Satgas COVID-19 IDAI dr Yogi Prawira SpA(K) pun mengatakan hal serupa.
"Sebaiknya ditunda sampai dengan kondisi sehat, tidak ada demam dan batuk pilek," tutur Yogi
Bolehkah Vaksin Kedua Mundur?
Kondisi sakit ini kerap juga mungkin dijumpai ketika anak hendak memeroleh vaksin kedua. Hal ini memaksa memundurkan jadwal vaksin kedua dari jadwal sebelumnya.
Terkait jarak vaksin, idealnya antara vaksin pertama dan kedua adalah 4 minggu. Namun jika ada halangan dan lebih dari 4 minggu telah lewat sejak vaksin pertama, vaksinasi kedua tetap boleh dilakukan tanpa perlu mengulang dari pertama.
"Kalau anaknya sakit COVID-19 boleh divaksin setelah 1 bulan dari sakit. Kalau jarak dengan vaksin Bulan Imunasi Anak Sekolah (BIAS), maka jaraknya 2 minggu setelah vaksin BIAS baru boleh mendapatkan vaksin COVID," tutup Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Hartono Gunardi.
.png)

Berita Lainnya
Hari ini 33 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19
Dukung program Crash Imunisasi Polio, Puskesmas dan Pemdes Teluk Dalam Laksanakan Imunisasi Polio
Hari Ini Riau Bertambah 27 Kasus Positif Covid-19
Pemerintah Jokowi kembali buka wacana pindahkan Ibu Kota Indonesia
Tidak Ada Lonjakan Covid-19, Kadiskes Riau Sebut Kekebalan Tubuh Masyarakat Sudah Tinggi
Positif Covid-19, 7 Warga Tembilahan Diisolasi di RSUD Puri Husada
DBD di Pekanbaru Tembus 464 Kasus Selama Tahun 2020
Pecah Rekor! Riau Tambah 303 Kasus Terkonfirmasi Covid-19
Sedih, Detik-detik Penjemputan Ibu dan Dua Anak Kecilnya yang Dinyatakan Positif Covid-19
Gakeslab Sebut Tidak Ada Urgensi Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan
Pemerintah Sudah Siapkan Obat Hingga Fasilitas Kesehatan Hadapi Varian Omicron
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Capai 91 Persen