Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Temuan Ombudsman: Produsen Minyak Goreng Batasi Stok untuk Para Agen
JAKARTA (INDOVIZKA) - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) membeberkan sejumlah temuan awal penyebab kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran. Baik untuk jenis curah maupun kemasan premium.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menyatakan, kelangkaan minyak goreng di pasaran bisa disebabkan oleh pembatasan dari pihak produsen terhadap agen. Akibatnya stok yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kita lihat berdasarkan penjelasan dari kawan-kawan (Ombudsman) di seluruh Indonesia masih terjadi pembatasan stok. Artinya distributor membatasi ke agen. Agen membatasi ke ritel," jelasnya dalam Konferensi Pers 'Minyak Goreng Masih Langka', Selasa (22/2).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Yeka menyampaikan, dugaan pembatasan stok dari pihak produsen kian menguat lantaran saat ini pemerintah masih membatasi ekspor CPO. Sehingga, stok kebutuhan minyak goreng dalam negeri seharusnya tercukupi.
Prioritas Bergeser
Selain pembatasan stok, Ombudsman menduga kelangkaan minyak goreng dipicu bergesernya prioritas utama konsumen dari kalangan rumah tangga ke Industri. Ini disebabkan adanya intervensi kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang membuat harga jual ke pihak industri lebih tinggi ketimbang masyarakat.
"Karena industri memang bisa memberikan harga yang cukup tinggi," ucapnya.
Maka dari itu, Ombudsman mendesak pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi minyak goreng.
"Selain itu, memang harus ada investigasi yang komprehensif di antara semua (stakeholders) ini," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Minyak Goreng di Tembilahan Langka, Disperindag Angkat Bicara
Omzet Pedagang Keliling di Tembilahan Menurun Akibat Corona
Harga Telur Makin Melambung di Pekanbaru
Yuk, Ketahui Cara Hitung Besaran kWh dari Setiap Pembelian Token Listrik PLN
Penutupan Pasar di Tembilahan Karena Covid-19 Hoax
Jelang Puasa dan Lebaran, Stok Bulog di Riau 8.000 Ton
Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
Sektor Sawit Tulang Punggung Penerimaan Pajak di Riau
Kemenko Perekonomian Tegaskan Petani Smallholder Punya Peran Strategis
Harga Bahan Pokok di Pasar Terapung Tembilahan Naik, Cabe Mencapai 85 perkilo
Belajar dari China, Intip Strategi Mereka Tarik Investasi Asing
Pelalawan Peringkat 8 Riau, Skor IDSD 2025 Capai 3,44