Pilihan
Pemerintah Disarankan Jual Minyak Goreng Bersubsidi ke Masyarakat Kelas Bawah
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah akan menyediakan 1,2 miliar liter minyak goreng dengan harga jual di tingkat konsumen Rp14.000 per liter. Minyak goreng bersubsidi ini akan dijual di seluruh Indonesia dengan harga yang sama selama 6 bulan ke depan.
Ekonom Core Indonesia, Dwi Andreas meminta, pemerintah selektif saat menjual minyak goreng bersubsidi. Sebab bagi masyarakat kelas menengah atas, kenaikan harga minyak goreng tidak akan mengganggu jumlah konsumsinya.
"Kenaikan harga minyak goreng buat masyarakat menengah atas ini tidak masalah sama sekali," kata Andreas saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (5/1).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Sebaliknya kenaikan harga minyak goreng membuat masyarakat kelas bawah menjerit. Bahkan kenaikan tersebut juga dikeluhkan para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang membutuhkan minyak goreng sebagai bahan baku usahanya.
"Minyak goreng bersubsidi ini seharusnya diberikan kepada masyarakat terdampak atau dari sisi ekonomi yang tidak mampu," kata dia.
Pemberian subsidi tersebut kata Andreas harus disesuaikan dengan konsumsi masyarakat. Agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan gejolak dan bisa terjangkau kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sebagai informasi, dalam rangka penyediaan minyak goreng bersubsidi, pemerintah akan melibatkan 70 industri minyak goreng dan 225 perusahaan pengemas (packer). Adapun volume yang disiapkan pemerintah sebanyak 1,2 miliar liter. Selisih harga jual minyak goreng tersebut akan disubsidi pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp3,6 triliun.
.png)

Berita Lainnya
Masyarakat Keluhkan Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Sulit Didapat
Upah Minimum Rata-rata Naik 1,09 Persen
Sambut Idul Fitri, Gubri Resmi Launching Operasi Pasar
Pengamat Ekonomi: Indonesia Alami Darurat Konsumsi Rokok, Cukai Rokok Harus Naik
Kemenkeu Blokir Sementara Anggaran Kementerian/Lembaga Rp39 Triliun, Kenapa?
Dualisme Berakhir, Kadin Riau Menggelar Rapat Konsolidasi
Rupiah Melemah Sore Ini Jadi Rp14.932/USD
Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Swadaya di Riau Rp 2.451 per Kg
Penutupan Pasar di Tembilahan Karena Covid-19 Hoax
Pelanggan Keluhkan Tarif Listrik Non Subsidi Melonjak, ini Penjelasan PLN Tembilahan
Harga Pinang Kering di Riau Naik Rp6.323/Kg
Temuan Ombudsman: Produsen Minyak Goreng Batasi Stok untuk Para Agen