Pilihan
Program Zakat Produktif Baznas Inhil Tidak Sesuai Harapan
TEMBILAHAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir mengakui bahwa tiga program zakat produktif yang dilaksanakan, yakni Toko Z, Toko Mini dan pemberian 2 buah perahu besar di Desa Kuala Selat dan Desa Sungai Undan belum memberikan hasil yang memuaskan.
Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu 13 April 2022, Ketua Baznas Kabupaten Inhil Yunus Hasby mengakui bahwa Toko Z belum memberikan keuntungan seperti yang diharapkan.
"Betul," jawab Yunus Hasby singkat saat ditanya apakah memang benar Toko Z belum mampu memberikan keuntungan kepada 100 mustahik (Penerima manfaat zakat) selaku pemodal belum mendapat dana bagi hasil.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Selanjutnya, Pihak Baznas Kabupaten Inhil dikatakannya juga sudah melakukan evaluasi terhadap hal itu.
Dari evaluasi, menurut Yunus Hasby untuk meningkatkan pendapatan Toko Z, langkah yang dilakukan hanya satu macam, yakni masyarakat mau berbelanja dan mengajak orang lain berbelanja di toko Z.
"Karena sebuah toko jika tidak ada orang yang mau berbelanja, apa yang mau diberikan. Itu langkahnya, karena secara program, secara managemen sudah kami siapkan," kata Yunus lagi.
Karena itu, Yunus mengajak kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk mau berbelanja di toko Z. Ia memastikan, keuntungan toko Z diberikan kepada mustahik.
"Disana (toko Z-red) ada sistem. Tidak bisa keuntungan diberikan kepada pengurus, kepada Baznas, pasti ke mustahik," katanya.
Selain itu, terkait harga barang di toko Z yang lebih tinggi dari mini market lainnya, Yunus mengatakan jika itu adalah trik.
"Harga barang di minimarket tidak semua sama, itu hanya trik mini market saja," tegasnya.
Sementara terkait dengan program Toko mini yang diberikan kepada mustahik menurut Yunus persoalannya sama dengan toko Z.
"Toko Mini sama, kan barangnya dari toko Z. Bedanya, Toko Mini dikelola langsung oleh mustahik, keuntungannya langsung kepada mustahik," katanya.
Sedangkan terkait dengan mustahik yang Toko Mininya tutup atau tidak berjualan, Yunus menegaskan jika itu persoalan mustahik.
"Itu sebenarnya urusan di dia (mustahik-red). Setelah zakat diberikan kepada mustahik, itu sepenuhnya dikelola oleh mustahik, kami hanya melakukan monitoring dan pembinaan saja," jelas Yunus.
Demikian juga dengan pemberian 2 buah perahu besar di Desa Kuala Selat dan Desa Sungai Undan.
"Karena ini haknya para mustahik. Untuk itu, kami dari Baznas berharap kepada para mustahik untuk menggunakan apa yang diberikan dengan baik dan meningkatkan perekenomian mereka agar misi Baznas Mustahik menjadi Muzakki (pemberi zakat) terlaksana," imbuhnya.
.png)

Berita Lainnya
UPDATE Data Penyebaran Covid-19, Ribuan Warga Riau Masuk Daftar ODP
Pengumuman! Pemerintah Sediakan Bantuan Rehab Rumah, Warga Bisa Daftar Melalui Website Perkim
Mendagri Diminta Evaluasi Bupati Meranti Adil
Warga Pekanbaru di Daerah Pemekaran Belum Bisa Urus Administrasi Kependudukan
PWI Inhil Dipercaya Jadi Tuan Rumah HPN 2023 Tingkat Provinsi Riau
Pemprov Riau Tunggu Sinyal Hijau Kemendagri untuk Lantik 6 Kepala OPD
Sekda Pekanbaru Ingatkan Disiplin Patuhi 4M
Hari Keenam, Rangka Besi Jembatan Presisi di Pangkalan Terap Mulai Terpasang
Tak Keluarkan Izin Keramaian saat Tahun Baru, Kapolres Rohul: Jika Ada, Kami Bubarkan!
Staf Marketing PT Wika Mengaku Diancam Jefry Noer
Jargas Sempat Mati Total Akibat Galian IPAL, DPRD akan Panggil Kontraktor
Warga Teluk Bunian Disiplin Bergotong Royong