Pilihan
Dugaan Korupsi 7,2 Miliar
Arif Budiman Tersangka Penggunaan 16 SPK Fiktif Kredit Macet di Bank BJB Pekanbaru
PEKANBARU- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menetapkan Arif Budiman (46) sebagai tersangka, kasus Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) dengan dugaan korupsi Rp7,2 miliar di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru.
AB adalah orang yang mengajukan permohonan kepada pihak Bank BJB Cabang Pekanbaru untuk mendapatkan KMKK, Arif Budiman diketahui juga melakukan pengelolaan perusahaan diantaranya CV PGR, CV PB dan CV HK.
"Sekarang AB sudah ditetapkan tersangka, semuanya saat ini sedang kita proses," kata Ditreskrimsus Polda Riau Komisaris besar polisi Ferry Irawan kepada wartawan Rabu (20/4/2022).
Arif Budiman mencairkan uang dari bank BJB Cabang Pekanbaru, diduga AB ada menggunakan surat kontrak atau surat perintah kerja (SPK) tidak sah atau fiktif.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Tersangka diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.
Perkara kredit fiktif di BJB Cabang Pekanbaru ini, dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Subdit II Ditreskrimsus Polda Riau, dibawah komando Kompol Teddy Andrian SH MH.
Penyidik Subdit II Ditreskrimsus Polda Riau telah menemukan dokumen terkait pengajuan fasilitas KMKK CV PGR dan CV PB, 16 SPK fiktif, menemukan mutasi rekening, 23 lembar cek penarikan, serta laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Riau.
Perbuatan rasuah terjadi dalam rentang waktu 1 tahun. Yaitu mulai 18 Februari 2015 sampai dengan 18 Februari 2016. Pencairan dana KMKK tersebut, masuk ke rekening giro CV PB dan CV PGR.
Akibat kredit macet CV PGR dan CV PB di Bank BJB Cabang Pekanbaru, tidak adanya pembayaran dilakukan oleh pihak CV PGR dan CV PB diakibatkan dari penggunaan dokumen fiktif diduga oleh Arif Budiman.
Penyidik juga sudah mengambil ketrerangan sejumlah saksi diantaranya 15 saksi dari pihak Bank BJB, 4 orang saksi dari kontraktor sah, 3 saksi dari pihak DPRD, 1 saksi dari Disdik Kuansing, 5 saksi dari pihak yang melalukan penarikan/pencairan cek, serta 3 orang saksi ahli.
Sedangkan jumlah kerugian, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara akibat kredit macet CV PGR dan CV PB di Bank BJB Cabang Pekanbaru, sebesar Rp7,2 miliar lebih. **
.png)

Berita Lainnya
Polisi Ungkap Fakta Baru, Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Tembilahan
Dua Pemuda di Tanah Merah Ditangkap Polisi Karena Shabu
Jaksa Kembalikan SPDP ke Penyidik, Polresta Pekanbaru Gantung Status Tersangka Ekky Ghadafi
Menolak Diajak Menikah, Suami di Inhil Bacok Istri kedua
Kejam, Hanya Karena Minta Cerai, Suami Bacok Istri dengan Pedang Hingga Tewas
Perketat Pintu Masuk Narkoba di Pesisir Riau, BNN Amankan 50 Kg Sabu-sabu
Bejat, Seorang Pria di Sungai Salak Tega Setubuhi Anak Dibawah Umur
Bernilai Belasan Juta Rupiah, Pengedar Sabu di Pekanbaru Ditangkap
LMR Inhil Laporkan Kasus Pemukulan Anggota Kelompok Tani di Kecamatan Kemuning ke Polisi
Resnarkoba Polres Kampar Berhasil Ringkus Bandar Narkoba
Motif Ayah di Pekanbaru Bunuh Bayinya Sendiri, Kesal Sering Menangis
Polisi Ceritakan Kondisi Z, Ibu Muda di Rokan Hulu Korban Perkosaan Empat Pria