Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
1.260 Warga Kampar Jadi Korban Investasi Bodong, Polda Riau Didesak Beri Tindakan
PEKANBARU - CV Jaya Manunggal Mandiri Cq CV Tri Manunggal Jaya yang berada di Ponorogo, Jawa Timur, diduga telah menggelapkan ratusan juta uang nasabahnya. Modusnya investasi peternakan sapi perah. Dimana korban yang ikut berharap dapat keuntungan berlipat sesuai kontrak tetapi malah rugi.
Sekitar ribuan warga di Kampar yang menjadi korban investasi bodong perusahaan itu merasa telah dibohongi. Karena dalam perjanjian belum adanya penyelesaian akhir (untung), membuat para korban memilih jalur hukum dengan melaporkannya ke Polda Riau.
Perwakilan korban mendatangi Direskrimsus Polda Riau, melaporkan perusahaan. Korban juga didampingi LBH Posbakumadin, Advokat dan Pembela Masyarakat yakni Tim kuasa Hukum antara lain Sahat M Siregar SH, Polman Sinaga SH, Heri Setiawan SH, Rio Jariaman SH.
Polman Sinaga SH mengatakan, pihaknya mendata hampir 1.260 warga di Kampar yang menjadi korban. Meski, berhalangan hadir karena keterbatasan kendaraan dan kesibukan, mereka akhirnya diwakilkan belasan korban.
"Sebenarnya ada sekitar ribuan orang yang jadi korban. Namun, yang bisa hadir hanya belasan ini. Mereka sudah mewakili, karena keterbatasan kendaraan," ujar Polman, Minggu (23/2/2020) sore.
Pihak yang dilaporkan itu, kata Polman yakni inisial AP, R dan HR yang diduga bertanggung jawab atas permasalahan ini. Menurut dia kasus tersebut sudah lama namun baru ini korban minta didampingi untuk melapor agar uang kembali.
"Korban berharap, polisi dapat memroses laporan korban sampai tuntas. Agar tujuan keadilan dapat dirasakan mereka," tegasnya.
Polman menjelaskan, modus para pelaku, dengan meminta korban berinvestasi uang mengatasnamakan sapi perah. Sampai saat ini, sapi tidak diterima. Sejumlah korban diminta berinvestasi sampai ratusan juta. Aksi para pelaku, sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.
"Klien kami ini ditipu dengan investasi bodong dugaan sapi perah. Rata-rata korbannya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kampar. Untuk satu paket si korban diminta uang Rp17 juta," ucapnya.
Salah satu korban, Desi mengungkapkan, dirinya mengalami kerugian Rp519 juta. Dia juga mengakui selama ikut investasi, baru terima imbas inevstasi itu sebanyak 5 kali, hanya lebih kurang Rp2,5 jutaan per setoran dari pihak investasi.
Selama investasi, dia bergabung dengan paket 6 sudah berjalan setahun lebih. Sedangkan untuk paket yang 21, baru akhir tahun lalu dan sampai saat ini belum mendapatkan hasilnya. Setor pertama sekitar Rp100 jutaan, dengan harga sapi Rp17 jutaan. Untuk harga sapi Rp19 jutaan disetor terakhir, karena harga sapi naik.
"Sejak menerima lima kali, sampai sekarang tidak ada lagi. Lalu, saat ditanya mereka hanya janji-janji. Uang Rp519 juta itu, dua kali setor kepada perwakilan yang ada di tempat. Bentuk investasi sapi perah," katanya.
Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadji mengatakan, warga yang datang ke kantor itu masih bersifat pengaduan.
"Cuma pengaduan, tapi untuk laporan belum kami dapat. Kami juga minta berkasnya segera dilengkapi," singkat Andri.
.png)

Berita Lainnya
Kontraktor Rumah Sakit di Rohil Berujung ke Pengadilan
Banyak Gelper di Pekanbaru Diduga Tak Bayar Pajak, Bapenda Diminta Turun ke Lapangan
Polisi Minta Maaf dan Cabut Status Tersangka Mahasiswa UI Yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi
Penyeludupan 9 Orang PMI dan Ribuan Kayu Bakau ke Malaysia Digagalkan Polres Rohil dan Bea Cukai
2 Bus Hasil Penipuan Investasi Cimory dan Sosis Kanzler Disita Polisi
Kejari Geledah Kantor PUPR Inhil Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan
Tuntut Bebaskan Kamarek, GEMPAR Demo di Kantor PN Tembilahan
2 Anak Dibawah Umur di Rohil Diamankan Polisi Diduga Lakukan Pencabulan
Organisasi Paguyuban Bugis PAO Ramai-ramai Datangi Mapolsek Tempuling
Berkaca dari Cuitan Abu Janda, PKS Minta Tertibkan Buzzer
KPK Dalami Peran Azis Syamsuddin dalam Dugaan Suap Terhadap Penyidiknya
Seorang Polisi Alami Patah Tulang Setelah Ditabrak Tersangka Narkoba