Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Berikut Beberapa Inovasi Unggulan Puskesmas Tembilahan Hulu
INDOVIZKA.COM - Puskesmas Tembilahan membuat 10 inovasi unggulan yang akan diangkat menjadi inovasi kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2023.
Kepala Puskesmas Tembilahan Hulu Hj Rosdinah, SSt, M. Kes, mengatakan, bahwa 4 dari 10 Inovasi yang dibentuk sudah diangkat ke tingkat nasional yakni Kelapa Pendan Wangi.
Inovasi pertama yakni, KUINI SEGAR (Kelompok Usia Dini Sehat Edukatif Bergerak Aktif dan Kreatif) sasarannya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan melakukan deteksi dini untuk mencegah penyimpangan tumbuh kembang pada anak.
"Jadi kita deteksi dari awal sehingga tidak terjadi stunting dan penyakit lainnya," kata Rosdina.
Selanjutnya yang ke dua adalah KOPIKO (Kantong Pengingat Kontrol Obat) yang bertujuan sebagai alat bantu Pengingat kontrol obat pada pasien Tuberculosis, Diabetes Melitus, Hipertensi dan Jiwa.
"Kenapa kami buat ini ? Karena banyak pasien-pasien yang hipertensi, TBC, diabetes, dan jiwa. Biasanya Pasien ini kalau sudah minum obat di bulan pertama merasa badan enak dia tak mau lagi kontrol, sebetulnya inikan harus rutin makan obat, jadi makanya kami membuat satu kantong di ruangan itu namanya kantong KOPIKO pengingat kontrol obat yang bertujuan sebagai alat bantu petugas untuk mengingat pasien agar kontrol datang ke Puskesmas untuk makan obat secara rutin," sebutnya.
Kemudian, yang ke tiga, Akupresure Pasca Salin, yang bertujuan untuk mengurangi nyeri pada ibu pasca bersalin dan memotivasi masyarakat untuk bersalin di fasyakes.
Terakhir, yang ke empat adalah, Pesan Sehat (Pesantren Screning Kesehatan Terpadu) bertujuan untuk medeteksi masalah kesehatan pada santri dan pengasuh santri.
"Pesan Sehat ini Pesantren screening kesehatan terpadu maksudnya di sini kami secara rutin setiap bulannya turun ke semua pesantren yang ada di wilayah Tembilahan Hulu dengan memberikan pelayanan screning kesehatan sampai ke pemeriksaan gigi dan mulut, ini sudah kami lakukan turun ke pesantren sejak tahun 2016," ungkapnya.
.png)

Berita Lainnya
Dampak Buruk Mengonsumsi Seblak secara Berlebihan
Dinkes Inhil Ingatkan Pentingnya ASI Ekslusif Bagi Bayi 0-6 Bulan
Insentif Tenaga Kesehatan dari APBD Riau Baru Cair Rp500 Juta
Tercatat 122 Kasus Penyakit Sifilis di Riau
Ironi Negeri Kaya Minyak, 16.275 Balita di Riau Menderita Stunting
Kemenkes Minta Masyarakar Jangan Beli Obat Tanpa Resep Dokter
Pasien Covid -19 Bertambah Satu di Siak, dari Klaster Santri Magetan
RSUD Puri Husada Tembilahan Rawat Pasien Covid-19 Terbanyak di Riau
Tembus 500 Kasus DBD, Legislatif Minta Pemko Pekanbaru Galakkan Kampanye 3M
Terdeteksi Suspect Covid-19, Satu Santri Asal Inhil Langsung Diobservasi
Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Empat Hari Berturut-turut, di Pekanbaru Nihil Penambahan Warga Positif COVID-19