Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Corona dan Kabut Asap, Dinkes Riau Minta Pasokan Masker-Vitamin ke Pusat
INDOVIZKA.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengajukan permintaan masker dan vitamin kepada pemerintah pusat untuk menghadapi wabah virus Corona (Covid 19) dan menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pasalnya dalam beberapa minggu terakhir, masker di apotek-apotek yang ada di wilayah Riau mulai langka. Jika pun ada harganya sudah melambung tinggi dan tidak wajar.
"Kekhawatiran masyarakat tertular dengan virus covid-19 ini yang mengakibatkan masyarakat berburu masker. Sekarang masker di Riau yang ada di apotek sudah habis diburu masyarakat, kalaupun ada pasti harganya lebih mahal," ujat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, saat ditemui, Rabu (11/3/2020).
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Kita sudah meminta kepada Kemenkes RI untuk kebutuhan daripada masker ini. Karena Riau memiliki 2 permasalahan, selain virus corona, Riau juga dilanda asap Karhutla. Vitamin-vitamun juga kita minta apabila dibutuhkan,” tambah Mimi.
Dijelaskan Mimi, selama 2 bulan awal pada tahun 2020, ada 4 Kabupaten/Kota di Riau yang sudah terpapar oleh asap karhutla, yaitu Kabupaten Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir.
"Maka oleh karena itu, kami mengharap sangat adanya distribusi masker ke Provinisi Riau dari Pemerintah Pusat untuk antisipasi terjadinya kedua kasus yang merebak saat ini," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan kasus suspect Covid-19 yang berada di wilayah Riau sudah mencapai 9 orang. Mimi mengatakan, saat ini seluruh pasien suspect Covid-19 telah diobsevasi dan diisolasi di rumah sakit, baik yang ada di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, dan Inhil.
“Pasien suspect sudah mendapatkan perawatan tim medis di rumah sakit. Bahkan sudah ada yang mulai membaik. Tapi masih diisolasi sampai hasil swap kita terima dari tim labfor Kemenkes,” ungkap Mimi.
“Riwayatnya pasien yang suspect ini pernah bepergian ke luar negeri. Ada yang pasien baru pulang umrah dan yang bekerja di Malaysia, atau sebagai anak buah kapal dari negara terjangkit Covid-19,” ungkapnya.
.png)

Berita Lainnya
Kasus Campak Naik, Diskes Riau Lakukan Imunisasi Tambahan
Jokowi: Saya Minta Vaksinasi Booster Dipercepat
20 Pasien di Siak Dinyatakan Sembuh Covid-19
214 PDP di Riau Dirawat di 10 Rumah Sakit Ini, Terbanyak di RSUD Tembilahan
DBD Mengganas di Inhil, 197 Kasus dan Enam Korban Jiwa
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Capai 84 Persen
DBD di Pekanbaru Tembus 464 Kasus Selama Tahun 2020
Miliki Riwayat Perjalanan dari Abu Dhabi, Seorang Pria Asal Tembilahan Positif Covid-19
Tenaga Kesehatan di Inhil Akan Divaksin Sinovac 2 Kali
Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Mulai Digelar
Hari Ini Kasus Positif Covid-19 di InhIl Bertambah 27 Orang
China Beri Izin Edar Obat Covid-19 di Tengah Merebaknya Varian Omicron