Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Kue Cincin Banjar Cocok Dijadikan Sarapan Pagi dan Oleh-Oleh
INDOVIZKA.COM - Salah satu kue tradisional khas Suku Banjar yang memiliki cita rasa manis adalah kue cincin atau dengan sebutan dengan nama "Wadai Cincin" memiliki banyak penggemar.
Bentuknya yang Bulat yang membentuk lingkaran memang seperti cincin. Namun wadai cincin ini bisa kita jumpai dipasaran dan warung-warung sarapan pagi ini.
Wadai yang berwarna cokelat agak gelap ini dengan beragam ukuran kecil dan sedang tergantung pembuatannya. Tidak lupa dibagian tengahnya terdapat 4 (empat) lubang, sehingga disebut dengan wadai cincin mata empat.
Memiliki bentuk yang unik, kue ini memiliki rasa yang enak dan lezat, cocok untuk dinikmati di saat santai bersama dengan segelas kopi atau teh hangat. Selain itu, kue satu ini cocok dijadikan oleh-oleh kepada sanak saudara.
Wadai cincin adalah salah satu jajanan favorit di dalam budaya. Biasanya di pagi hari masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) khususnya warga suku Banjar menikmati Wadai Cincin tersebut di pagi hari sambil sarapan sebelum melakukan aktivitas harian.
Untuk harga Wadai Cincinya cukup murah yakni hanya Seribu sampai Dua Ribu saja anda sudah bisa menikmatinya. Wadai cincin ini tidak memakai pengawet, dan bisa bertahan hingga 1 minggu.
.png)

Berita Lainnya
Ditabrak Minibus, Pria Paruh Baya di Pekanbaru Tewas Usai Terseret Belasan Meter
Tragedi di Sungai Segati,Truk Terjun, 3 Balita Tewas, 12 Orang Hilang
Tabung Gas Meledak, 3 Rumah dan 4 Unit Sepeda Motor Ludes Terbakar
Heboh, Seorang Kakek Hanyut dan Menghilang di Sungai Indragiri
Ada Unsur Kelalaian, Polisi Akan Tetapkan Tersangka Ledakan Kilang Pertamina Dumai
Kasus Baru Covid-19 di Riau Bertambah Lagi
Dua Ekor Gajah Liar Rusak Tanaman Sawit Warga Inhil
Warga Teluk Pinang Hilang Kembali Berhasil Satu Orang ditemukan Dalam Keadaan Meninggal Dunia
20 Kios di Pasar Pagi Tembilahan Ludes Terbakar
Tewas Saat Kencan di Hotel, Perselingkuhan Kepsek dan Guru SD Terbongkar
Kilang Dumai Siap Berproduksi dengan Kapasitas Optimal
Pasca Kebakaran, Inhil Kembali Dilanda Musibah Tanah Longsor