Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kenapa Jokowi Tolak Lockdown?
JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyampaikan alasan pemerintah tak memilih opsi lockdown (isolasi wilayah) dalam menghadapi pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19.
"Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan," kata Jokowi dalam pengarahannya kepada para gubernur, Selasa, 24 Maret 2020.
Jokowi beralasan, setiap negara memiliki karakter, budaya, dan kedisiplinan berbeda-beda. Maka dari itulah pemerintah Indonesia tak memilih langkah lockdown.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Jokowi pun mengaku sudah mempelajari setiap opsi yang ada dan praktik yang dilakukan banyak negara. Ia pun memamerkan kertas dokumen yang disebutnya berisi analisis kebijakan setiap negara.
"Itu sudah saya pelajari, saya memiliki analisa-analisa seperti ini dari semua negara. Kebijakan mereka apa, yang mereka lakukan apa, dampaknya seperti apa," kata Jokowi.
Jokowi berujar, langkah yang paling pas dilakukan Indonesia adalah physical distancing atau menjaga jarak aman. Dia pun optimistis Indonesia bisa mencegah penyebaran Covid-19 jika menjaga jarak aman itu betul-betul dilakukan.
"Tetapi membutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat, membutuhkan ketegasan yang kuat," kata Jokowi.
Jokowi pun mengaku membaca berita adanya orang yang diisolasi akibat Covid-19 tetapi masih berkeliaran. Dia mengingatkan bahwa kedisiplinan untuk isolasi itu sangat penting.
"Saya baca berita, ada yang sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisolasi masih keliling belanja di pasar," kata mantan Wali Kota Solo ini.
.png)

Berita Lainnya
Sebelum 6 Mei Masyarakat Dipersilahkan Mudik, Kakorlantas: Kami Tidak Berhak Melarang
DPR Dukung Opsi Vaksinasi Mandiri Diberlakukan, Pemerintah Diminta Siapkan Payung Hukum
Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pembuat Keramaian
Separuh Rakyat Indonesia Perempuan, Ketua DPR Ajak Kaum Ibu Bergotong Royong Pulihkan Indonesia
Sumbar Macet, Waktu Tempuh Jadi Molor 3 Kali Lipat
Wahid Sampaikan Dukungan Penambahan Kuota BBM yang Diusulkan Gubri kepada BPH Migas
Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan Jatuh pada Selasa 13 April 2021
Pemerintah Diminta Hati-hati Lekatkan Label Terorisme ke KKB
Angin Segar bagi PNS, Besaran Gaji Ke-13 untuk PNS Golongan I hingga IV Diumumkan, Lalu Kapan Cairnya?
BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Bagi Peserta
SMSI Berduka, Mantan Ketua PWI Pusat Margiono Tutup Usia
Hari Ini Pertamina Sah Kelola Blok Rokan