Pilihan
Banyak Jadi Korban, Warga Tanjung Leban Diajak Cegah TPPO
BENGKALIS, INDOVIZKA.COM- Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan kejahatan kemanusiaan. Sudah banyak yang menjadi korban. Korban dibuat tidak berdaya karena pelakunya hanya mencari keuntungan pribadi tanpa perduli dengan keselamatan korban.
Pengetahuan masyarakat terhadap TPPO yang masih kurang juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejahatan ini. Korbannya tidak paham dan tidak sadar kalau sudah menjadi korban kejahatan. Sebab itu perlu upaya memberi pemahaman kepada masyarakat soal TPPO dan dampak yang ditimbulkan.
Direktorat Intelkam Polda Riau sebagai bidang yang diberi tanggung jawab melakukan langkah-langkah pencegahan TPPO terus berupaya memberi pemahaman kepada warga. Bukan hanya yang rentan menjadi korban, tapi masyarakat yang tinggal di pesisir juga dibekali ilmu pencegahan TPPO. Sebab kawasan pesisirlah yang sering dijadikan tempat memberangkatkan kornan perdagangan orang.
Di hadapan warga Desa Tanjung Leban, Desa Meranti, Desa Sepahat, dan Desa Api Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Kasubdit Kemneg Dit Intelkam Polda Riau AKBP Rudi A Samosir SE mengatakan TPPO harus dicegah dan dihentikan. Tapi itu akan sulit dicapai jika hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, khususnya kepolisian. Sebab itu AKBP Rudi mengajak warga, khususnya masyarakat Tanjung Leban ikut bersama-sama menghentikan TPPO di sekitarnya.
AKBP Rudi menjelaskan TPPO yang saat ini sering terjadi di wilayah pesisir pantai adalah penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri secara ilegal. Kejahatan jenis ini sulit dihentikan karena korban dan pelaku saling membutuhkan. Pelaku perlu uang, sementara korban juga perlu pekerjaan. Sehingga korban gampang percaya dengan janji-janji yang disampaikan pelaku. Padahal hanya tipu daya agar korban percaya.
''Kejahatan TPPO harus kita hentikan. Kami mengharapkan warga Tanjung Leban juga ikut berperan menyelamatkan saudara-saudara kita dari TPPO,'' ajak AKBP Rudi yang saat itu didampingi Kanit 3 Subdit Kemneg Kompol Banjanahor S.Sos MH.
Dalam kesempatan itu AKBP Rudi juga mengajak warga menjaga situasi keamanan. Apalagi menjelang pemilihan umum yang memang perlu situasi yang kondusif.
''Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Riau yang telah memberikan pemahaman kepada kami soal pencegahan CPMI dan PMI. Kami akan mendukung Polda dalam penanganan kejahatan di lingkungan kami,'' sambut Penjabat Kepala Desa Tanjung Leban Ahmad SPd, Senin (3/2).
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kapolsek Bukit Batu Kompol Rifendi S.Sos., MSi, Camat Bandar Laksamana Ade Suwirman,, Kades Sepahat Dedi, Kades Api-Api Zulkifli.***
.png)

Berita Lainnya
Tim Jaksa Pidsu Kejati Riau Agendakan Pemeriksaan 4 Tersangka Korupsi Masjid Raya Pekanbaru
Gelar Razia Terhadap Supir Truk, 7 Orang Positif Konsumsi Narkoba
Mafia Kayu 'Anak Jenderal' Diamankan Polda Riau
Pria di Rengat Barat Tega Cabuli Adik Ipar
6 Tersangka Narkoba di Riau Diamankan Polisi
Pengedar Sabu di Kuansing Digrebek, Polisi Temukan Barang Bukti Siap Edar
Jika Tidak Terbuti, Kajari akan Laporkan Balik Bupati Kuansing
Resmi Jadi Tersangka, Kepada Polisi Gisel Akui Dirinya Pemeran Video Syur
14 Jam Pencarian, Akhirnya Korban Terkaman Buaya Ditemukan Tak Bernyawa
Polisi Selidiki Peredaran Kopi Obat Kuat dan Parasetamol
Enam Eks GM PT Antam Jadi Tersangka Korupsi 109 Ton Emas
Baru Bebas, Mantan Gubri Tersandung Lagi Kasus Dugaan Suap APBD Riau